Bantul

Baksos Operasi Mata Katarak Libatkan 10 Dokter Spesialis dan Fasilitas Canggih

Pperasi katarak ini melibatkan sejumlah tenaga medis termasuk 10 dokter spesialis dan dilengkapi dengan fasilitas operasi yang canggih.

Baksos Operasi Mata Katarak Libatkan 10 Dokter Spesialis dan Fasilitas Canggih
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Pasien operasi mata katarak gratis yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Pertambangan UPN Veteran Yogyakarta bersama RSPAU Hardjolukito dan Klinik Mata Saruni, Minggu (11/11/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) dr S Hardjolukito Yogyakarta bekerjasama dengan Ikatan Alumni Pertambangan UPN Veteran Yogyakarta dan Klinik Mata Saruni Banten, menggelar bakti sosial berupa operasi mata katarak gratis pada Minggu (11/11/2018).

Dari pantauan Tribunjogja.com, dalam pelaksanaannya, operasi katarak ini melibatkan sejumlah tenaga medis termasuk 10 dokter spesialis dan dilengkapi dengan fasilitas operasi yang canggih.

Kepala RSPAU Hardjolukito Yogyakarta, Marsma TNI Isdwiranto menuturkan tenaga medis dan dokter spesialis yang terlibat dalam kegiatan ini tak hanya berasal dari dokter yang ada di RSPAU saja melainkan juga berasal dari pihak luar.

"Ini merupakan komitmen kami sebagai TNI untuk bekerjasama membantu masyarakat dalam hal ini adalah kesehatan untuk warga negara Indonesia," katanya kepada media di sela baksos.

Baca: Alumni Tambang UPN Veteran Yogyakarta Gelar Bakti Sosial Operasi Mata Katarak Gratis

Perwira tinggi TNI AU Bintang Satu ini menambahkan, acara operasi mata ini dipilih menjadi agenda bakti sosial untuk menjawab banyaknya masyarakat yang mengeluhkan terbatasnya cover biaya jaminan fasilitas kesehatan BPJS yang ada.

"Banyak yang mengeluh, tidak bisa segera ikut operasi katarak padahal mereka berada di usia produktif. Tentu ini menganggu produktivitas dan perekonomian masyarakat," lanjutnya.

Diharapkan melalui bakti sosial ini dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan akses operasi mata katarak sehingga dapat lebih cepat melakukan aktivitas sehari-hari untuk menopang perekonomian keluarga pasien.

Baca: Memasuki Awal Musim Penghujan, BPBD Gunungkidul Imbau Warga Waspadai Potensi Bencana

Dalam operasi mata katarak ini diikuti oleh lebih dari 200 pasien yang tersebar dari seluruh Yogyakarta.

Sebelumnya lebih dari 500 pasien mendaftar hingga akhirnya melalui proses screening dan sortir akhirnya tercatat lebih dari 200 orang melaksanakan operasi.

"Semoga kontibusi kolaborasi kita ini dapat mewujudkan kesehatan khususnya bagi masyarakat sehingga dengan mata yang sehat dapat membantu proses ekonomi," katanya.

Sementara itu, terkait fasilitas dan alat canggih yang digunakan, pihak RSPAU dalam operasi mata katarak gratis ini menggunakan alat yang bernama Operating Microscope.

Alat ini diyakini hanya ada dua unit di Indonesia.

"Alat ini untuk melihat saat operasi syaraf retina. Canggih bisa menembus kedalam syaraf retina. Harganya pun tak murah. Semoga dengan alat tersebut dapat meningkatkan harapan untuk sembuh bagi masyarakat," pungkasnya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved