Soccer Style

Pelatih PSS Sleman Akui Berat Jalani Pertandingan Tanpa Suporter

Lantaran pelanggaran tersebut, Komdis memberikan sanksi pada PSS Sleman larangan memasuki stadion selama dua pertandingan

Pelatih PSS Sleman Akui Berat Jalani Pertandingan Tanpa Suporter
Tribun Jogja/ Dwi Nourma Handito
Ilustrasi: Suporter PSS, Slemania, melakukan kreasi koreografi di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (20/2/2015). 

TRIBUNJOGJA.COM - Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengumumkan secara resmi sanksi kepada tim PSS Sleman imbas ulah oknum suporternya pada laga kontra Madura FC di Stadion Maguwoharjo, Selasa (6/11/2018) lalu.

Pelanggaran yang dimaksud ialah suporter PSS Sleman terbukti melakukan invasi ke dalam lapangan.

Serta panitia pelaksana pertandingan berada pada area yang tidak semestinya.

"Suporter PSS Sleman terbukti melakukan invasi ke dalam lapangan dan oknum panitia pelaksana pertandingan berada di area yang tidak semestinya dan diperkuat bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan pelanggaran disiplin," tertulis pada surat keputusan yang ditandatangani Ketua Komisi Disiplin PSSI, Asep Edwin Firdaus.

Baca: Tandang ke Markas Madura FC, PSS Sleman Tak Sertakan Cristian Gonzales

Lantaran pelanggaran tersebut, Komdis memberikan sanksi pada PSS Sleman larangan memasuki stadion selama dua pertandingan, melawan Madura FC di Stadion Ahmad Yani pada Senin (12/11/2018) serta melawan Persita Tangerang di Stadion Maguwoharjo Jumat (16/11/2018).

Menanggapi hal tersebut, pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro tak menampik bila tak adanya dukungan dari suporter memberi dampak besar bagi timnya.

"Dampaknya pasti besar tanpa adanya dukungan dari suporter. Tapi ya itu risiko yang harus tim ini terima. Mudah-mudahan tidak terlalu memberikan dampak bagi tim, meski tentu ada dampaknya," ujar Seto Nurdiantoro.

Dikatakan Seto memang berat untuk skuat Super Elang Jawa bermain tanpa dukungan suporter di stadion karena selama ini dalam setiap pertandingan mereka selalu didukung ribuan suporter.

Tak hanya ketika main kandang di Stadion Maguwoharjo Sleman, tapi pada laga tandang pun Slemania serta Brigata Curva Sud (BCS) selalu memberikan dukungannya kepada Ichsan Pratama dan kawan-kawan.

"Dukungan suporter menjadi motivasi lebih bagi kami. Tapi kita tahu keadaannya seperti ini, sebisa mungkin kita harus tetap berusaha. Saya yakin juga mereka tetap mendukung kami walau dari jauh. Saya yakin itu menjadi energi bagi kami," kata Seto.

Baca: Tanpa Breaker, Lini Tengah PSS Sleman Semakin Rapuh

Halaman
12
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved