Yogyakarta

Fokki: Bendera Parpol Bukan APK

Pasalnya dalam Peraturan KPU maupun Peraturan Wali Kota terkait APK, bendera tidak termasuk dalam APK.

Fokki: Bendera Parpol Bukan APK
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Narasumber yang berasal dari Bawaslu DIY saat menggelar jumpa pers terkait pelanggaran APK oleh parpol peserta Pemilu, Jumat (9/11/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Badan Pemenangan (BP) Pemilu Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Antonius Fokki Ardiyanto menanggapi hasil pendataan pelanggaran Alat Peraga Kampanye (APK) yang telah dirilis Bawaslu DIY, Jumat (9/11/2018) lalu.

Ia menuding penggolongan bendera partai politik (parpol) ke dalam APK tidak berdasar.

Pasalnya dalam Peraturan KPU maupun Peraturan Wali Kota terkait APK, bendera tidak termasuk dalam APK.

"Lha bendera tidak masuk dalam APK kok  dimasukan dalam pelanggaran APK. Ada-ada saja," ujarnya pada Tribun Jogja, Sabtu (10/11/2018).

Baca: Pelanggaran APK Terbanyak di Kota Yogyakarta

Ia menambahkan, pemasangan bendera dilakukan oleh massa dan kader, bukan partai secara kelembagaan.

Fokki menuturkan bahwa jumlah massa PDI P di Kota Yogyakarta berjumlah besar.

Mereka juga dinilai memiliki sikap yang solid dan militan.

"Saat ini sudah ada ribuan bendera kami yang terpasang. Kami sampaikan bahwa pasti akan menambah dan jumlahnya semakin banyak karena bendera adalah lambang partai yang harus disosialisasikan secara massif karena ini masa kampanye Pemilu," tegasnya.

Saat ini, imbuhnya, merupakan momentum yang digunakan rakyat untuk bersiap memulai pesta demokrasi.

Halaman
123
Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved