Amnesty International Indonesia Serahkan Instalasi Seni ke UGM

Amnesty International Indonesia Serahkan Instalasi Seni ke UGM yang Diterima Langsung Oleh Rektor.

Amnesty International Indonesia Serahkan Instalasi Seni ke UGM
Tribun Jogja/ Yosef Leon Pinsker
Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid (kiri) menyerahkan dokumen instalasi seni secara simbolis kepada Rektor UGM, Panut Mulyono (dua kanan) di Wisdom Park UGM, Sabtu (10/11/2018). 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM - Lembaga yang fokus dalam usaha untuk menuntaskan isu-isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), Amnesty International Indonesia secara seremonial menyerahkan dan melakukan pemasangan instalasi seni “UNITY” kepada civitas academica Universitas Gadjah Mada (UGM).

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid yang diterima oleh Rektor UGM, Panut Mulyono, Sabtu (10/11) di Wisdom Park UGM.

Instalasi seni “UNITY” tersebut merupakan bagian dan satu kesatuan dengan dua instalasi seni lainnya yang dipasang di Jakarta yakni “MORALITY” (terpasang di halaman Komnas HAM, Jakarta) dan “GROWTH” yang berada di Bandung.

Dalam kesempatan tersebut, Usman Hamid menuturkan, tema yang terpasang tersebut secara tekstual bisa diartikan sebagai ajakan untuk bersatu seperti pada sila ketiga Pancasila, namun dari sisi karya seni bisa juga sebagai kritik dimana persatuan sering dijadikan dalih untuk mengekang kebebasan berpikir, berkeyakinan, maupun berekspresi.

Baca: Pelecehan di UGM, Ombudsman RI : Penangananya Seperti Kasus Pencurian Permen

"Tema ini adalah satu dari tiga tema yang kami jadikan semacam isu strategis ketiga mendirikan kantor di Indonesia pada 2017 silam," kata dia.

Dipilihnya UGM, kata Usman, karena dalam sejarahnya Yogya menyimpan berbagai aspek yang beranekaragam mulai dari budaya, aktivitas republik dimasa lalu, sumber pendidikan, dan tempat dimana manusia berkumpul aneka macam suku dan latarbelakang yang berbeda.

"Ketiga tema ini lah yang ingin kami letakkan sebagai tolak ukur dalam masa depan HAM di Indonesia," tambah Usman.

Bersama acara itu, juga dikemas dengan diskusi seputar HAM dan pemutaran film yang diisi oleh BEM KM UGM, Sosial Movement Institut, dan para mahasiswa. (tribunjogja)

Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved