Jawa

Petani di Kabupaten Magelang Diajak Belajar Iklim Melalui Sekolah Lapang Iklim

Melalui pengetahuan yang menyeluruh tentang iklim, para petani dapat bertani secara tepat serta mampu meningkatkan produksinya.

Petani di Kabupaten Magelang Diajak Belajar Iklim Melalui Sekolah Lapang Iklim
IST
Ratusan petani di Kaliangkrik, Kabupaten Magelang mengikuti program Sekolah Lapang Iklim (SLI) dari BMKG, Kamis (8/11/2018). Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan iklim petani. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Petani bawang putih di Kabupaten Magelang didorong untuk dapat memahami iklim melalui Sekolah Lapang Iklim (SLI).

Melalui pengetahuan yang menyeluruh tentang iklim, para petani dapat bertani secara tepat serta mampu meningkatkan produksinya.

"Melalui SLI ini, para petani dan penyuluh bisa bersama sama memahami alat sederhana teknologi tepat guna tersebut, membaca cuaca iklim untuk menentukan kapan mulai tanam, menentukan jumlah bibit dan pola jenisnya seperti apa, agar hasil panen bisa berlimpah," ujar Dwikorita Karnawati, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),pada acara Pelatihan Pengamatan Agroklimat di Desa Ngargosoko, Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang Kamis (8/11/2018).

Baca: Hujan Pertama Turun di Gunungkidul, Petani Mulai Garap Sawah

Dikatakannya dalam 10 tahun terakhir cuaca sulit ditebak.

Para petani pun harus waspada dengan anomali cuaca yang semakin sulit diprediksi tersebut.

Usia bumi semakin menua, sehingga terjadi banyak fenomena perubahan seperti pemanasan global.

Hal ini akan berdampak kepada cuaca.

Ilmu pranotomongso, atau kalender tanam tradisional dirasa sudah tidak lagi tepat dan akurat untuk saat ini.

Melalui pengetahuan tentang iklim dapat didapatkan data yang lebih akurat.

Halaman
123
Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved