Dolar Terus Anjlok, Pasar Merespons Negatif Hasil Pemilu di AS

Pelemahan dolar AS akibat perkiraan pasar bahwa Demokrat akan memegang kendali dan menghambat kebijakan Presiden Donald Trump.

Dolar Terus Anjlok, Pasar Merespons Negatif Hasil Pemilu di AS
KONTAN
Ilustrasi mata uang dolar 

TRIBUNJOGJA.COM - Selama sepekan terakhir, rupiah terus menguat terhadap dolar AS. Rupiah telah menguat 2,49 persen terhadap dolar AS di pekan perdagangan ini.

Tak hanya itu, rata-rata mata uang global juga menguat seiring dolar AS yang melemah.

Global Head of Currency Strategy and Market Research FXTM, Jameel Ahmad mengatakan, hasil pemilu paruh waktu yang menentukan Partai Demokrat akan mengendalikan Dewan Perwakilan, sementara Republik menguasai Senat tidak menimbulkan banyak volatilitas di pasar finansial.

Namun, kata dia, pelemahan dolar AS akibat perkiraan pasar bahwa Demokrat akan memegang kendali dan menghambat kebijakan Presiden AS Donald Trump.

"Dolar AS terus melemah terhadap banyak mata uang lainnya di sepanjang pekan ini, terkait dengan ekspektasi bahwa jika Demokrat mendapatkan kekuasaan maka dapat memberi hambatan legislatif terhadap penegakan kebijakan pro-Amerika Trump," ujar Ahmed dalam keterangan tertulis, Rabu (7/11/2018).

Ia mengatakan, investor sudah cukup memperkirakan hasil ini sehingga tidak banyak kegelisahan bagi investor.

Tidak seperti beberapa peristiwa politik lainnya belakangan ini, kenyataan Demokrat tidak berhasil mencapai gelombang penuh telah menghindarkan skenario terburuk bagi pasar finansial.

"Kemungkinannya memang kecil, namun sempat ada kekhawatiran bahwa Demokrat yang menguasai Senat dapat meningkatkan probabilitas pemecatan Trump," kata Ahmed.

Dirinya menambahkan, hal tersebut paling ditakuti oleh investor walaupun peluangnya kecil, karena itu dapat memicu risiko volatilitas yang sangat tinggi di pasar finansial. Selain itu, kemungkinan juga mengakibatkan potensi peristiwa ‘black swan’.

Halaman
12
Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved