Yogyakarta

Ciptakan Pengusaha Baru, Yayasan Jogjakarta Berdaya Berikan Pendampingan Bisnis

Yayasan Jogjakarta Berdaya Akan Berikan Pendampingan Kepada Pengusaha Baru

Ciptakan Pengusaha Baru, Yayasan Jogjakarta Berdaya Berikan Pendampingan Bisnis
Tribunjogja/ Noristera Pawestri
Pendiri Yayasan Jogjakarta Berdaya, Linda Afriani (tengah) saat menggelar jumpa pers di The White Paal pada Kamis (8/11/2018) petang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM - Guna memberikan kontribusi supaya masyarakat dapat berdaya mandiri secara ekonomi, Yayasan Jogjakarta Berdaya berkomitmen menciptakan 30 ribu pengusaha baru dalam jangka waktu lima tahun ke depan.

Ketua Yayasan Jogjakarta Berdaya, Arif Wibowo menyampaikan, hingga saat ini sudah ada sebanyak 350 peserta yang sudah terdaftar sebagai pengusaha baru Yayasan Jogjakarta Berdaya.

Nantinya, para pengusaha baru ini akan diberikan pendampingan bisnis dan pelatihan online secara gratis.

Arif menjelaskan, untuk mendapatkan pendampingan ini para peserta harus mendaftarkan diri ke Yayasan Jogjakarta Berdaya.

"Nggak harus yang punya usaha, semisal belum punya usaha tapi ingin mengikuti pelatihanya bisa, tetapi mendaftar dulu. Sasaran utamanya mahasiswa atau pelaku UKM," kata Arif pada Kamis (8/11/2018).

Baca: 110 Penyandang Disabilitas Tidak Mampu di Kota Yogya Dapat Bantuan Rp 300 Ribu Perbulan

Setelah mengikuti berbagai pelatihan, ia menambahkan, bisa aja Yayasan Jogjakarta Berdaya membantu dari akses permodalan.

"Misalnya kalo level pemberian modal berupa investasi, ada juga yang secara bergulir, macam-macam ya," lanjut dia.

Arif menjelaskan, pendampingan-pendampingan yang ada di Yayasan Jogjakarta Berdaya yakni pendamping di bidang pemberdayaan usaha, bidang pemberdayaan masyarakat dan bidang sosial dakwah.

Melalui bidang pemberdayaan usaha, Yayasan Jogjakarta Berdaya Berkomitmen menciptakan 30 ribu pengusaha baru dengan cara memberikan pelatihan bisnis, pendampingan dan akses bisnis

Kedua pemberdayaan masyarakat, diharapkan melalui bidang ini masyarakat mampu mengembangkan potensi yang ada disekitarnya baik potensi wisata maupum kuliner.

"Ketiga, sosial dakwah. Selama ini program yang sudah berjalan yakni santunan anak yatim dan dhuafa, pembangunan masjid, serta turut serta membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana," jelasnya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved