Bantul

Beberapa Perajin di Bantul Masih Terkendala Pemasaran Produk

Beberapa perajin di Bantul ternyata masih menemui kendala dalam pemasaran produk kerajinan mereka.

Beberapa Perajin di Bantul Masih Terkendala Pemasaran Produk
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Fathonaty
Sepatu-sepatu kulit hasil kerajinan Sarwo Edi Mulyo, warga Sriharjo, Imogiri, Bantul yang dipajang dalam pameran potensi unggulan Dekranasda Bantul, Kamis (8/11/2018) di Selopamioro Adventure Park, Imogiri, Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Beberapa perajin di Bantul ternyata masih menemui kendala dalam pemasaran produk kerajinan mereka.

Seperti yang diungkapkan oleh Sarwo Edi Mulyo (40), seorang perajin kulit asal Sriharjo, Imogiri, Bantul.

Sarwo mengatakan dirinya masih kesulitan memasarkan produk kerajinan kulit yang ia buat.

"Pemasarannya ya, saya cuma di pinggir jalan di depan SMP 2 Imogiri," katanya kepada Tribun Jogja, Kamis (8/11/2018) siang di sela acara pameran potensi unggulan Dekranasda Bantul, di Selopamioro Adventure Park, Imogiri, Bantul.

Pria yang telah menggeluti kerajinan kulit turun temurun ini pun menyerahkan pemasaran produknya kepada saudaranya.

"Karena saya tidak bisa pakai hape jadi saudara saya yang bikinkan (media sosial)," jelasnya.

Omset yang ia dapat pun juga tak menentu karena pesanan belum bisa diprediksi.

"Paling banyak 10 juta sebulan. Pesenannya juga nggak nentu," ungkapnya.

Baca: Dekranasda Bantul Pantik Para Pengrajin Unjuk Hasil Karya

Ia baru sekali menerima pesanan dari luar negeri.

"Ini dikirim ke Australia," kata Sarwo sambil menunjukkan sepasang sepatu sandal anak-anak berbahan kulit sapi buatannya.

Halaman
123
Penulis: amg
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved