Yogyakarta

UGM Pastikan Penyintas Pelecehan Seksual Mendapat Pendampingan Psikologis

UGM Pastikan Penyintas Pelecehan Seksual Mendapat Pendampingan Psikologis

UGM Pastikan Penyintas Pelecehan Seksual Mendapat Pendampingan Psikologis
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM - Mahasiswi FISIPOL UGM yang merupakan penyintas pelecehan seksual dipastikan mendapat perlindungan dan pendampingan selama menjalani aktivitas perkuliahan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wadek Bidang Riset, Kerjasama dan Alumni FISIPOL UGM, Poppy Sulistyaning Winanti.

"Yang bersangkutan saat ini sedang dalam proses penyelesaian studi," ungkap Poppy, Rabu (07/11/2018).

Sebelumnya, pihak FISIPOL menyatakan kasus tersebut sudah selesai diusut pada 20 Juli 2018 silam. Namun Dekan Erwan Agus Purwanto menyatakan masih menanti implementasi dari pihak Universitas.

Baca: Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa KKN UGM, Pihak Kampus Siap Bawa ke Ranah Hukum

Implementasi yang dimaksud adalah rekomendasi yang diajukan Tim Investigasi, yaitu sanksi tegas untuk pelaku, perlindungan bagi penyintas, hingga perbaikan tata kelola KKN.

Erwan juga mengapresiasi pemberitaan Balairung Press tentang hal tersebut baru-baru ini, meski proses investigasi telah lama dinyatakan telah rampung.

"Saya harap pemberitaan tersebut bisa mempercepat penuntasan kasus," kata Erwan.

Baca: Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa KKN, UGM Sebut Ada Sanksi Tegas Akademik

Perlindungan terhadap penyintas kasus yang disebut sebagai Agni tersebut juga diutarakan oleh Kabid Humas UGM Iva Ariani.

Melalui keterangan tertulis, Iva menyatakan pihaknya telah membentuk tim pendamping secara psikologis untuk penyintas.

"Selagi didampingi dan dilindungi, kita upayakan agar penyintas mendapat keadilan," kata Iva. (tribunjogja)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved