Yogyakarta

Hujan Lebat Diprediksi Berlangsung Hingga 9 November Mendatang

Pihaknya meminta kabupaten atau kota supaya meningkatkan pemantauan cuaca di titik-titik yang rawan longsor.

Hujan Lebat Diprediksi Berlangsung Hingga 9 November Mendatang
TRIBUNjogja.com | Hasan Sakri
Ilustrasi :| Awan mendung gelap di salah satu sudut Kota Yogyakarta, Foto diambil pada Selasa (17/1/2017) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY meminta warga di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mewaspadai bencana tanah longsor dan ancaman angin puting beliung pada awal musim hujan.

Antisipasi ini diperlukan meski untuk DIY musim hujan diprediksi mundur sekitar dua minggu.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana menjelaskan, pihaknya telah mengimbau Kabupaten Gunungkidul, Kulonprogo, Bantul untuk tetap waspada memasuki musim penghujan.

Terutama, ujarnya, di kawasan pegunungan yang rawan terjadi tanah longsor.

Baca: Awal Musim Hujan, BMKG Yogyakarta Sebut Potensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang

Pihaknya meminta kabupaten atau kota supaya meningkatkan pemantauan cuaca di titik-titik yang rawan longsor.

“Alat Early Warning System (EWS) supaya dicek kembali. Masyarakat juga diberi pemahaman tentang potensi kerawanan yang ada di daerahnya,” ujarnya kepada Tribun Jogja, Rabu (7/11/2018).

Dari laporan yang diterimanya, BPBD Bantul sudah mengaktivasi 20 titik pemantauan di kawasan-kawasan rawan longsor.

Sementara ini, EWS dilaporkan berfungsi dengan baik. 

Untuk Kabupaten Gunungkidul juga mulai meningkatkan kewaspadaan pada kawasan-kawasan berpotensi longsor melalui Destana dan Forum PRB.

Untuk Masyarakat di kawasan pegunungan Menoreh Kulonprogo di bagian utara juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan bila terjadi hujan deras dalam durasi lama.

Halaman
123
Penulis: ais
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved