Pendidikan

Fisipol UGM Dukung Penyelesaian Kasus Dugaan Pelecehan

Pihaknya turut memberikan keperpihakan kepada mahasiswinya (penyintas) untuk mendapatkan keadilan dan penyelesaian kasus secara tuntas.

Fisipol UGM Dukung Penyelesaian Kasus Dugaan Pelecehan
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Dekan FISIPOL UGM Erwan Agus Purwanto (kanan) bersama salah satu wakilnya Poppy Sulistyaning Winanti (kiri) 

TRIBUJNOGJA.COM, YOGYA – Berkaitan dengan adanya pemberitaan yang dikeluarkan oleh Balairung mengenai dugaan pelecehan kepada salah satu mahasiswi UGM'>Fisipol UGM saat melakukan KKN di Maluku, Dekan UGM'>Fisipol UGM, Erwan Agus Purwanto mengungkapkan jika pihaknya sudah mengeluarkan beberapa sikap mengenai permasalahan tersebut.

Dia mengatakan jika pihaknya turut memberikan keperpihakan kepada mahasiswinya (penyintas) untuk mendapatkan keadilan dan penyelesaian kasus secara tuntas.

Erwan menjelaskan, jika pada bulan Desember 2017, penyintas secara resmi melaporkan kejadian yang menimpanya saat KKN kepada fakultas.

Menyikapi hal tersebut, pada tanggal 22 Desember 2017, pihaknya langsung melayangkan surat ke Rektor UGM agar ada penyelesaian terhadap kasus tersebut.

Baca: Dekan FISIPOL UGM: Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Mahasiswi Sudah Diusut

“Kita langsung punya sikap mengadvokasi. Peristiwa seperti itu terjadi saat mahasiswa kami sedang KKN, padahal KKN adalah pengabdian di tempat yang  lumayan terpencil. Kita sudah menulis surat resmi kepada Rektor, tanggalnya 22 Desember 2017. Kami ungkapkan kronologi kejadian, peristiwa yang menimpa penyintas. Intinya kami ingin melindungi penyintas agar tidak semakin tertekan,” terangnya, Rabu (7/11/2018).

Dia mengatakan jika pihaknya juga menyesalkan penanganan kasus tersebut yang kurang dilakukan secara baik oleh beberapa pihak.

Oleh karenanya, dalam surat yang dikirimkan kepada Rektor, dia meminta agar Rektor bisa membentuk tim investigasi dan juga penuntutan kepada pihak yang tidak melakukan penanganan kasus tersebut dengan baik.

Merespons hal tersebut, Erwan menjelaskan jika Rektor langsung mengundang beberapa pihak seperti Wakil Rektor Riset dan Pengabdian Masyarakat, LPPM, Dekan Riset dan Pengabdian Masyarakat, dan Fisipol.

“Kami juga menuntut pihak yang diawal menangani tidak bekerja dengan baik. Kami diundang rapat terbatas oleh Rektir, dalam diskusi sepakat persoalan segera diselesaikan. Yang ada di pikiran kita adalah bagaimana penyitas itu dilindungi, sebelum ada penyelesaian persoalan secara tuntas, kami memfasilitasi kondisi psikologis penyitas, agar tidak semakin menderita,” jelasnya.

Baca: Dekan FISIPOL UGM Apresiasi Pemberitaan Balairung Press

Menurutnya, dari rapat terbatas yang dilakukan, dihasilkan beberapa hal, yakni rektor membentuk Tim Investigasi lintas fakultas (Fisipol, Fakultas Tehnik dan Fakultas Psikologi), Fisipol akan melakukan pendampingan untuk memulihkan kondisi penyitas.

Halaman
123
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved