Gunungkidul

Jelang Tutup Buku, Dinpar Gunungkidul Disibukkan Pemenuhan Target

Harry mengatakan selain optimis untuk mencapai target PAD pihaknya juga optimis dalam pemenuhan target kunjungan wisata yang sebesar 3.184.286

Jelang Tutup Buku, Dinpar Gunungkidul Disibukkan Pemenuhan Target
Tribun Jogja/ Hamim Thohari
Ilustrasi wisata Gunungkidul: Embung Nglanggeran 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Tutup buku tinggal dua bulan lagi, Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Gunungkidul disibukkan dengan pemenuhan target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini mengingat untuk target tahun ini mencapai Rp 28.246.144.000.

"Untuk target retribusi Rp 28.246.144.000, memasuki bulan November kali ini sudah tercapai sebesar Rp 20.671.143.670,” kata Sekretaris Dispar Gunungkidul Hari Sukmono, Selasa (6/11/2018).

Baca: Hujan Pertama Turun di Gunungkidul, Petani Mulai Garap Sawah

Harry mengatakan selain optimis untuk mencapai target PAD pihaknya juga optimis dalam pemenuhan target kunjungan wisata yang sebesar 3.184.286 wisatawan.

"Sekarang sudah tembus sebanyak 2.585.615 orang, optimis tercapai mengingat momentum liburan akhir tahun pada tanggal 24 Desember-1 Januaru 2019," katanya.

Dirinya mengatakan tiap tahunnya rata-rata terjadi peningkatan wisatawan yang tercatat pada pos retribusi sebesar 200.000 sampai 300.000, dan menargetkan kunjungan wisata meningkat tiap tahunnya.

"Kami berupaya meningkatkan kunjungan dengan menambah destinasi wisata baru, seperti yang ada di Kecamatan Gedangsari dengan flying fox, yang merupakan terpanjang di ASEAN," paparnya.

Baca: Dana Tak Terduga Belum Turun, Dropping Air di Gunungkidul Tetap Berjalan

Menurutnya dengan membuat destinasi wisata baru di zona utara dapat menyebarkan wisatawan di daerah utara, jadi wisatawan tidak hanya terkonsentrasi di daerah selatan.

"Sekitar tahun 2010 Pemda sudah berupaya untuk memberikan alternatif destinasi wisata seperti di gunungapi purba Nglanggeran, gua Pindul, kali suci, dan sejumlah lokasi lainnya," imbuhnya.

Dengan dilakukan langkah tersebut diyakini dapat berkontribusi dalam visi-misi Kabupaten Gunungkidul yaitu sebagai kabupaten pariwisata terkemuka dan berbudaya.

Sementara itu, pengelola Desa Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran Patuk, Sugeng Handoko mengatakan untuk menambah wisatawan yang hadir adalah dengan cara kolaborasi, destinasi wisata tidak dapat berkembang sendirian.

"Ini berkaitan erat dengan managemen pengelolaan wisata di Gunungkidul.

“Jika tetap ingin eksis, harus berkolaborasi antar destinasi. Sedangkan peran pemerintah bisa menjembatani dengan melakukan arahan serta pendampingan," katanya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved