Yogyakarta

BMKG Yogyakarta: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang Muncul di Sleman, Bantul Hingga Kulon Progo

Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan memasuki awam musim hujan pada November 2018

BMKG Yogyakarta: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang Muncul di Sleman, Bantul Hingga Kulon Progo
TRIBUNjogja.com | Hasan Sakri
Ilustrasi :| Awan mendung gelap di salah satu sudut Kota Yogyakarta, Foto diambil pada Selasa (17/1/2017) 

TRIBUNjogja.com Yogyakarta - Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan memasuki awam musim hujan pada November 2018.

Dari hasil pantauan, BMKG Yogyakarta memprakirakan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang terjadi pada 6-9 November.

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono mengatakan secara iklim, wilayah DIY akan memasuki awal musim hujan pada
November ini

"Dalam tiga hari ke depan wilayah DIY diprediksi akan terjadi hujan," ujarnya (11/6/2018).

Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, Agus Sudaryanto menambahkan, saat ini terjadi pelemahan aliran massa udara kering dari Australia, adanya konvergensi atau
pertemuan dan perlambatan kecepatan angin di wilayah Jawa serta kondisi menghangatnya suhu permukaan laut di Samudera Hindia selatan Jawa.

"Kondisi itu dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi mengakibatkan hujan intensitas lebat disertai kilat / petir dan angin kencang di beberapa wilayah
DIY," terangnya.

Baca: Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa KKN, UGM Sebut Ada Sanksi Tegas Akademik

Baca: Seorang Turis jadi Korban Pelecehan Seksual di Prawirotaman

Adapun wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yakni di Kabupaten Kulon Progo tepatnya Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo.

Wilayah Sleman berada di Turi, Pakem, Cangkringan, Tempel, Minggir, Seyegan, dan kecamatan Sleman.

Di Gunungkidul diprakirakan terjadi di Ngawen, Gedangsari, Patuk, Purwosari, Playen.

Kabupaten Bantul potensi serupa akan berada di Dlingo, Kretek, Pundong.  

Genangan Air

Pengguna jalan melintas di sekitar genangan air yang ada di kawasan Tugu Pal Putih Yogyakarta, Selasa (24/10/2017).
genangan air yang ada di kawasan Tugu Pal Putih Yogyakarta, Selasa (24/10/2017). (Tribun Jogja/ Hasan Sakri Ghozali)

Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi musim hujan yang diperkirakan jatuh pada November.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta, Aki Lukman mengungkapkan pihaknya sudah melakukan persiapan, antara lain mengurangi genangan pada Saluran Air Hujan (SAH).

"Kami sudah lakukan persiapan untuk menghadapi musim hujan. Rata-rata untuk SAH untuk menghindari genangan. Persiapan sudah sejak Agustus. Ada yang kami bangun baru, ada yang hanya pemeliharaan seperti pelumpuran di grill dan sumur peresapan. Ada juga penambahan sumur-sumur peresapan di SAH tersebut," katanya, kemarin.

Meski sudah melakukan persiapan, Aki mengungkapkan ada beberapa daerah yang perlu dicermati. Daerah-daerah tersebut diperkirakan akan muncul genangan saat hujan.

Daerah-daerah tersebut antara lain: Jalan Siliran, Jalan Kemasan, Jalan Tegalrejo, Jalan Celeban, dan Jalan Supomo. (Santo Ari| Christi Mahatma | Tribunjogja.com)

Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved