CPNS 2018

Akademisi Untidar: Banyak Peserta Tak Lolos SKD Karena Waktu Kurang, Passing Grade Tinggi

Akademisi Untidar: Banyak Peserta Tak Lolos SKD Karena Waktu Kurang, Passing Grade Tinggi

Akademisi Untidar: Banyak Peserta Tak Lolos SKD Karena Waktu Kurang, Passing Grade Tinggi
Tribun Jogja/ Rendika Ferri Kurniawan
Peserta CPNS Tahun 2018 untuk Kabupaten Temanggung, sedang melihat hasil tes SKD di Gedung Wiworo Wijipinilih, Kota Magelang, Selasa (6/11/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM - Akademisi dari Universitas Tidar (Untidar) Magelang menilai nilai passing grade untuk Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Tahun 2018 ini terlalu tinggi.

Hal ini membuat banyak peserta kesulitan mendapatkan nilai ujian tinggi dengan waktu yang sangat terbatas.

"Sebagian besar peserta kesulitan mengerjakan ujian CPNS. Pertanyaan yang banyak, dengan waktu yang terbatas. Saya harapkan ini bisa dijadikan evaluasi ke depan, panitia seleksi CPNS memperhatikan soal durasi waktu," ucap Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Tidar (Untidar), Dr Hari Wahyono MPd, Selasa (6/11/2018).

Baca: Panitia Sita Puluhan Jimat dari Peserta Ujian SKD CPNS 2018 di Kabupaten Madiun

Hari mengatakan, perlu adanya evaluasi ke depan dengan sejumlah permasalahan yang terjadi, seperti banyak peserta yang tidak lolos seleksi karena kendala yang telah disebutkannya.

Salah satu solusi adalah durasi waktu ujian untuk ditambah, karena peserta tidak hanya mengerjakan satu tes saja, tetapi berbagai macam tes, seperti TIU, TWK sampai TKP.

"Waktu ditambah karena ujian ini membutuhkan pencermatan, pemikiran, dan keputusan," katanya.

Baca: Jadwal Ujian CAT SKB Bagi yang Dinyatakan Lulus SKD Penerimaan CPNS 2018 Kemenkumham

Hari juga memberikan saran kepada BKN untuk mengubah alternatif penilaian dengan menurunkan passing grade, jika tidak ada peserta yang lolos dalam satu formasi.

Ia mengatakan, seluruh hasil ujian didata dan diurutkan berdasarkan peringkat sampai nilai ambang batas baru yang ditetapkan nanti. Upaya ini agar seluruh peserta kandidat terbaik dapat berkompetisi.

"Nanti peserta yang mendekati passing grade dipanggil semua, diseleksi lagi. Karena kalau mengubah soal atau menambah durasi, kemungkinan baru bisa dilakukan tahun depan. Tapi untuk mengisi kekosongan, pemerintah bisa menerapkan strategi penurunan ambang batas itu," kata Hari. (tribunjogja)

Penulis: rfk
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved