Jawa

Pelaku Usaha Batik Minta Pemkab Magelang Gencarkan Penggunaan Batik Lokal

Upaya ini dilakukan untuk mempromosikan batik dengan ciri khas daerah yang merupakan buah karya dari para pembatik lokal di Kabupaten Magelang

Pelaku Usaha Batik Minta Pemkab Magelang Gencarkan Penggunaan Batik Lokal
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri K
Pembatik menggoreskan lilin dengan canting di atas kain di salah satu tempat produksi batik lokal di Watucongol, Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Senin (5/11/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Para pelaku usaha batik di Kabupaten Magelang meminta kepada Pemerintah Kabupaten Magelang untuk dapat menggencarkan penggunaan batik lokal sebagai salah satu seragam untuk organisasi perangkat daerah (OPD), sekolah, hingga di lingkup perusahaan.

Upaya ini dilakukan untuk mempromosikan batik dengan ciri khas daerah yang merupakan buah karya dari para pembatik lokal di Kabupaten Magelang, sehingga dengan begitu dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat.

"Batik Magelang dibandingkan dengan daerah lain memiliki banyak keunggulan. Namun, potensi itu belum begitu terlihat, jika dibandingkan batik dari daerah lain seperti Purworejo, Temanggung, Kulonprogo, Sleman. Batik khas daerah ini dapat dipakai untuk OPD, sekolah, bahkan sampai pemerintah tingkat Kecamatan sampai Desa," ujar Ketua Paguyuban Sawut Sewu, Hayatini Siswiningrum, Senin (5/11/2018).

Baca: Papan Iklan Rokok di Stasiun Tugu Berganti Kain Batik

Hayatini mengatakan, hasil karya pembatik lokal dinilai memiliki kualitas yang tak kalah bagus dengan daerah lain.

Namun, selama ini, produk batik yang dipakai oleh para pegawai di lingkup OPD, sekolah, sampai masyarakat, sebagian besar dari daerah lain.

Ia mencontohkan seperti di Kabupaten Purworejo yang telah mengenakan batik kreasi lokal untuk semua instansi pemerintahan yang ada di bawahnya.

Dia pun berharap, Kabupaten Magelang dapat menerapkan hal serupa.

"Hasil karya para pembatik lokal ini tidak kalah dengan produksi dari daerah lain, tetapi sebagian besar masih menggunakan batik dari daerah lain. Kami ingin Pemkab Magelang dapat menerapkan kebijakan seperti daerah lain, untuk mengenakan batik lokal sebagai salah satu pakaian dinas," ujarnya.

Baca: Workshop JIBB Angkat Kembali Batik Berpewarna Alami

Hayatini menilai potensi batik yang ada di Magelang cukup besar dan belum dikembangkan secara maksimal.

Halaman
12
Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved