Pemilu 2019

Lewat Enam Poin Deklarasi, AM FUI DIY Ajak Umat Laksanakan Pemilu Damai

Lewat Enam Poin Deklarasi, AM FUI DIY Ajak Umat Laksanakan Pemilu Damai

Lewat Enam Poin Deklarasi, AM FUI DIY Ajak Umat Laksanakan Pemilu Damai
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Umar Said, Ketua Angkatan Muda Forum Ukhuwah Islamiyah DIY dalam silaturahmi dan deklarasi pemilu damai di halaman Masjid Dipowinatan, Yogyakarta, Senin (5/11/2018) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM - Angkatan Muda Forum Ukhuwah Islamiyah (AM FUI) DIY mendeklarasikan diri untuk mewujudkan pemilu 2019 damai.

Dilangsungkan di halaman Masjid Dipowinatan Yogyakarta, Senin (5/11/2018) malam, AM FUI mengajak umat untuk bisa menahan diri agar tidak terjadi perbuatan yang justru mengarah pada perpecahan dalam pemilu 2019 mendatang.

Sedikitnya ada enam poin yang ditekankan dalam deklarasi tersebut. Di antaranya selalu menjaga keutuhan NKRI berdasarkan pada UUD 1945. Tidak terpengaruh terhadap provokasi, hoax dan isu sara guna menjaga kedamaian hidup bermasyarakat dan beragama.

Baca: Angkatan Muda Forum Ukhuwah Islamiyah Ingin Pemilu 2019 Berlangsung Damai

Berpartisipasi menjaga kesatuan dan persatuan dalam keberagaman demi perdamaian di wilayah Yogyakarta. Saling menghormati pilihan masing-masing umat sebagai bentuk partisipasi menjaga kampanye damai pada pemilu 2019.

Menjadi garda terdepan dalam mengajak seluruh lapisan masyarakat mendukung kampanye damai 2019. Serta yang terakhir yakni mengutamakan musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan persoalan demi terselenggaranya kampanye damai dan bermartabat.

Lewat enam poin tersebut AM FUI berharap dapat mewujudkan pemilu yang santun dan tidak terpecah belah hanya karena agenda politik dan demokrasi yang lima tahun sekali ini.

"Kita menyerukan pemilu 2019 berjalan aman dan tidak ada peristiwa yang berbuntut panjang. Yang menang tidak umuk (sombong) yang kalah tidak ngamuk," kata Umar Said, Ketua AM FUI DIY saat ditemui mesia di lokasi acara.

Baca: Cek Data Pemilih DP4, KPU Gelar Coklit Terbatas

Pihaknya berujar, jika kampanye berlandaskan agama yang benar justru akan membuat pemilu dapat berlangsung damai.

"Dalam Islam sendiri kan sudah dijelaskan. Semua yang berlandas agama pasti sudah ada jaring-jaring untuk menyaring dan membentengi diri dari informasi. Yaitu namanya Tabayyun. Itu perintah Alquran," lanjut Umar.

Lewat media deklarasi dan silaturahmi ini ia berharap umat dapat menjaga diri dan menahan diri agar tidak mudah terprovokasi dan terpancing isu dan informasi miring atau hoax.

"Kita yakin masyarakat sekarang sudah semakin maju dan bertambah pintar sehingga mereka sudah bisa menyaring dan memilah sendiri mana yang hoax dan mana yang benar," katanya.

Pihaknya pun juga membebaskan para umat untuk memilih calon pemimpin terbaik yang akan diberi amanah dalam masa pemerintahan mendatang.

"Kita yakin mereka sudah punya pilihan yang terbaik menurut masing-masing tinggal pelaksanaannya saja," pungkasnya. (tribunjogja)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved