Kota Yogyakarta

Taman Mini untuk Menarik Warga Menanam Sayur

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menjelaskan bahwa saat ini terdapat 55 kampung sayur dan 175 kelompok pembudidaya sayur yang ada di Kota

Taman Mini untuk Menarik Warga Menanam Sayur
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat meninjau taman mini sayur, Sabtu (3/11/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Puluhan taman mini yang berisikan sayuran terpampang di Gedung Sasana Hinggil Kota Yogyakarta, Sabtu (3/11/2018).

Taman mini tersebut dibuat oleh kelompok budidaya sayur Kota Yogyakarta.

Salah satu pembudidaya tersebut adalah Widodo warga Desa Bener, Kelurahan Bener, Kecamatan Tegalrejo.

Ia membuat taman yang juga digunakan sebagai konservasi air.

Selain air, udara sejuk juga diharapkan dapat muncul dengan adanya taman yang nantinya akan diletakan di sekitar daerah bakal Embung Bener di sana.

Baca: Sup Sayur dari Solo Ini Dipercaya Sembuhkan Penyakit, Ketahui Kandungannya!

"Kanan kiri taman ada air. Taman ini terdiri dari tanaman hidup, apotek hidup, sayuran, tanaman lingkungan yang berfungsi sebagai peneduh," bebernya, Sabtu (3/11/2018).

Ia mengaku, di wilayahnya, warga telah menanam sayur di rumah masing-masing.

Tanaman yang wajib adalah adalah tanaman apotek atau tanaman obat keluarga (toga) dan sayuran.

"Tujuannya untuk hidup sehat dan tidak beli sayur di luar, cukup dari rumah dan obat juga bisa dipenuhi sendiri. Misal jahe, kencur, dan kunyit," bebernya.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menjelaskan bahwa saat ini terdapat 55 kampung sayur dan 175 kelompok pembudidaya sayur yang ada di Kota Yogyakarta.

Baca: Buah dan Sayuran Warna Merah Memiliki Manfaat untuk Kesehatan

"Kegiatan ini merupakan upaya kita termasuk petani sayur di kota dalam rangka menjadikan gerakan menanam sayur. Kali ini kita buat taman mini yang indah sehingga kampung sayur menarik dan cantik," ucapnya.

Selanjutnya, Heroe menuturkan bahwa pihaknya akan mengadakan lomba taman mini tersebut dari rumah ke rumah. Hal itu dilakukan agar masyarakat bisa semangat untuk menanam sayur.

"Harapannya kalau semua menanam sayur, maka bisa barter kebutuhan. Misalkan cabe dan sebagainya. Ini mengurangi pengeluaran keluarga sekaligus mengendalikan fluktuasi, ketahanan pangan, apalagi kalau ditanam sendiri jelas lebih sehat," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved