Kota Yogyakarta

Jalur Darat Punya Potensi Kecelakaan Paling Tinggi

Satlantas Polresta Yogyakarta mencatat, dari Januari hingga November 2018 tercatat sudah terjadi 350an kejadian kecelakaan.

Jalur Darat Punya Potensi Kecelakaan Paling Tinggi
internet
ilustrasi kecelakaan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Jalur darat rupanya lebih memiliki risiko kecelakaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kanit Laka Lantas Satlantas Polresta Yogyakarta, AKP Hendro Wahyono, SH MH.

Baca: Yogyakarta Ranking 2 Terendah Angka Fatalitas dalam Kecelakaan Lalu Lintas

Ia mengungkapkan angka kecelakaan yang terjadi di Kota Yogyakarta tergolong tinggi.

Menurut data Satlantas Yogyakarta'>Polresta Yogyakarta, pada tahun 2017 telah terjadi 393 kejadian kecelakaan.

Sementara dari Januari hingga November 2018 tercatat sudah terjadi 350an kejadian kecelakaan.

"Kecelakaan udara itu jika dibanding udara lebih berisiko jalur darat. Kalau dari persentasi kecelakaan udara, misal dari 100 persen, itu paling cuma nol koma sekian," katanya pada Tribunjogja.com, Rabu (31/10/2018).

"Kecelakaan pesawat kan kalau tahun baru kemarin itu, kalau untuk di darat, untuk Kota Yogyakarta saja sudah 350an kejadian. Itu belum ada satu tahun. Korban memang banyak, karena penumpangnya banyak. Sementara untuk darat, hampir setiap hari ada kecelakaan," sambungnya.

Yang terlibat dalam kecelakaan, lanjutnya ada bus, mobil, motor, bahkan sepeda kayuh.

Sedangkan dari tipe kecelakaan, didominasi dengan model depan belakang, depan samping, ada juga tabrak pejalan kaki.

"Kalau di darat itu memang risikonya lebih tinggi. Karena kan lebih crowded, hampir kebanyakan. Juga menggunakan jalur darat. Ada bus, kendaraan roda dua, roda empat, sepeda. Bahkan pejalan kaki saja juga menjadi korban," lanjutnya.

Baca: Polres Sleman Sebut 17 Hingga 22 Persen Kecelakaan Lalu Lintas Karena Tidak Pakai Helm

Ia mengungkapkan 70 persen dari kejadi kecelakaan yang terjadi akibat kelalaian manusia.

Dari yang terlibat, hampir semua tidak memiliki Surat izin Mengemudi (SIM).

Oleh sebab itu ia mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu lalulintas.

"Sayangi nyawa anda, patuhi rambu-rambu lalu lintas. Jangan ugal-ugalan. Kalau kami ya selalu mengaimbau masyarakat supaya tertib. Untuk pencegahan kami juga lakukan. Salah satunya ya OPS Progo itu. Supaya menekan angka kecelakaan. Kan tolok ukurnya, kalau tahun kemarin 2 kejadian, lalu sekarang 0, berarti kan berhasil," tutupnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved