Jawa

BPBD Kabupaten Magelang : Tanah Longsor dan Angin Kencang Mengintai di Musim Hujan

BPBD Kabupaten Magelang mencatat terdapat 352 kejadian bencana yang terjadi di Kabupaten Magelang selama tahun 2018 ini.

BPBD Kabupaten Magelang : Tanah Longsor dan Angin Kencang Mengintai di Musim Hujan
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi bencana pada musim penghujan tahun 2018 di Aula BPBD Kabupaten Magelang, Selasa (30/10/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mencatat terdapat 352 kejadian bencana yang terjadi di Kabupaten Magelang selama tahun 2018 ini.

Bencana tanah longsor dan angin kencang menjadi ancaman serius karena paling banyak terjadi.

Baca: Operasi Zebra 2018 di Kota Magelang Dimulai Hari Ini, Pelanggar Akan Ditindak Tegas

"Kejadian bencana didominasi oleh tanah longsor dan angin kencang. Dari sejumlah 352 kejadian bencana di wilayah Kabupaten Magelang, terdapat 301 kejadian tersebut," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, Selasa (30/10/2018) saat rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan tahun 2018.

Edy mengatakan, titik-titik rawan longsor tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Magelang.

Sebagian besar di kawasan Bukit Menoreh, Lereng Sumbing, Kecamatan Borobudur, dan Salaman.

Dari data tahun 2017, jumlah longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Magelang sendiri sebanyak 231 kali, dan 27 kali bencana angin kencang.

"Korban jiwa tidak ada, hanya ada pada saat terjadi bencana banjir dan longsor di wilayah Grabag beberapa waktu lalu, yang menelan korban meninggal," ujarnya.

Lanjut Edi, pihaknya pun melaksanakan rapat koordinasi terkait kesiapsiagaan untuk menghadapi musim penghujan tahun 2018.

Potensi bencana alam masih berpotensi terjadi pada masa tersebut.

Halaman
12
Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved