Ujian CPNS 2018

Pantau Ujian CPNS di Kota Magelang, Ganjar: Sejumlah Lokasi Masih Bermasalah

Pantau Ujian CPNS di Kota Magelang, Ganjar: Sejumlah Lokasi Masih Bermasalah Sehingga Terpaksa Ditunda.

Pantau Ujian CPNS di Kota Magelang, Ganjar: Sejumlah Lokasi Masih Bermasalah
Tribun Jogja/ Rendika Ferri Kurniawan
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berbincang dengan salah seorang peserta ujian saat memantau pelaksanaan ujian CPNS di Gedung Wiworo Wiji Pinilih, Kota Magelang, Senin (29/10/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memantau pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018 di Gedung Wiworo Wiji Pinilih, Kota Magelang, Senin (29/10/2018) siang ini.

Ganjar mengatakan, pelaksanaan ujian CPNS sejauh ini lancar, meskipun ada sejumlah lokasi yang masih bermasalah.

Seperti di Gedung Wujil, Ungaran, Semarang yang Senin (29/10/2018) pagi tadi mengalami kendala teknis, yang semula pukul 05.00 WIB sudah siap, tetapi saat akan dilaksanakan pada pukul 07.31 WIB tiba-tiba belum siap.

"Sampai sejauh pelaksanaan ujian sudah lancar. Semua sudah tepat waktu, kecuali di Ungaran, Wujil tak lancar sejak kemarin. Tadi pagi di Wujil masih ada gangguan. Pukul 05.00 pagi sudah siap, tapi jam 07.31 ternyata belum siap. Saya cek langsung di sana," kata Ganjar, Senin (29/10/2018) di sela-sela pemantauan seleksi CPNS di Gedung Wiworo Wiji Pinilih, Kota Magelang.

Baca: Inilah Jejak Rute Penerbangan Lion Air JT610 Hingga Menghilang dari Radar

Masalah yang terjadi mulai dari problem jaringan, komputer, software sampai pin yang tidak terbaca, sehingga membuat pelaksanaan ujian terkendala, sampai sejumlah titik terpaksa harus dilakukan penundaan.

Ganjar mengatakan juga terjadi penundaan di sejumlah lokasi ujian. Pihaknya pun langsung berkomunikasi dengan Kepala BKN terkait masalah tersebut agar kemudian diperbaiki, kendala jaringan yang terjadi.

Pihaknya pun meminta tim daerah untuk membuat pusat krisis (crysis center), atau help desk yang akan menampung semua aduan, pertanyaan, segala sesuatu yang terjadi pada pelaksanaan ujian CPNS ini.

"Saya berkomunikasi kepala BKN pusat, kita minta tim daerah membuat krisis center, atau help desk, biar semua tanya. Ini yang cerewet di medsos banyak sekali, apapun namanya, perlu adanya help desk, yang siap membantu. Semua bekerja dengan baik," kata Ganjar. (tribunjogja)

Penulis: rfk
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved