Kenapa Orang Suka Makan di Warteg? Ini Lho Alasannya Menurut Sejarawan

Mungkin Anda adalah salah satu penggemar makanan warteg. Tapi pertanyaannya, kenapa banyak orang suka makan di warteg?

Kenapa Orang Suka Makan di Warteg? Ini Lho Alasannya Menurut Sejarawan
KOMPAS.com / CITRA FANY SAMPARYA
Beberapa pembeli terlihat sedang memilih dan menyantap makanan di warteg Kharisma Bahari di jalan Haji Batong Raya, kelurahan Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2018). 

TRIBUNJOGJA.com - Warteg alias Warung Tegal menjadi nama yang tak asing di telinga masyarakat Indonesia. Warung-warung yang dikemas sederhana dengan berbagai sajian ini memang menjadi tempat makan favorit berbagai kalangan.

Mungkin Anda adalah salah satu penggemar makanan warteg. Tapi pertanyaannya, kenapa banyak orang suka makan di warteg?

“Tidak hanya murah, warteg juga mudah ditemui di sudut kota bahkan beberapa warteg sekarang tersedia dalam waktu 24 jam. Selain itu, warteg juga menjajahkan 30 hingga 50 lauk pauk, mulai dari aneka tempe, ikan, sayuran, oseng-oseng, tahu, dan masakan rumah lainnya,” kata sejarawan Fadly Rahman ketika diwawancarai KompasTravel.

“Selain itu, warteg sekarang sudah cocok untuk banyak kalangan yah, dulunya memang warteg ini yang menjadi target marketnya itu blue collar, tapi sekarang siapa aja makan di warteg kok,” tambahnya.

Sasa, Si Pelayan Cantik Warteg, Kerap Digoda Pelanggan

Hal ini juga turut dibenarkan oleh Dian Van Harling (21) yang memilih untuk makan di warteg  karena menyajikan aneka lauk yang bisa dipilih serta harganya yang murah.

“Alasan saya makan di warteg yah karena banyak sekali lauk yang bisa dipilih dan harganya juga begitu murah yah,” ujar Dian kepada KompasTravel.

Ini Lho Foto-foto Sasa, Si Penjaga Warteg Cantik Asal Majalengka

Berbeda dengan Dian, Franzisca Irenne (20) mahasiswi asal Surabaya ini makan di warteg karena ingin memastikan benar adanya stigma makan di warteg yang enak dan murah.

“Yah awalnya, pengen coba dan pengen tau. Orang banyak yang bilang makanan warteg itu murah dan enak. Ternyata beneran murah dan lumayan juga makanannya. Saya makan nasi, ikan asin, sayur sop, tempe, dan es teh harganya cuma Rp 13.000. Kalau di luar warteg, jarang dapat harga segini,” kata Franzisca.

Laras Purwinur Handayani (20) memiliki alasan khusus makan di warteg. Kebersihan dan murah menjadi alasannya memilih warteg diantara warung lain untuk makan malam. 

“Alasannya makan di warteg yah karena bersih dan terang. Harganya juga murah dan lauknya banyak. Nggak tau kenapa suka aja makan di sini dan lebih enak aja, dan itu ada tulisan gratis es teh,” kata Laras sambil tertawa di salah satu warteg yang cukup terkenal di jalan Kyai Haji Syahdan, Jumat (26/10/2018).

Sejarawan, JJ Rizal mengatakan jika warteg kini telah menjadi bisnis terbuka karena banyak dari pemilik warteg sendiri bukan lagi orang dari Tegal. Ia juga mengatakan jika warteg kini menjadi mata rantai pertahanan nasional.

“ Warteg ini jadi mata rantai pertahanan nasional, menjadi penyelamat perut ketika nanti terjadi krisis dan makanan mahal. Warteg akan tampil paling depan karena punya harga yang ramah di kantong, dan ini yang akan dicari. Orang-orang juga bisa memilih lauk sesuai dengan bujet yang dimiliki,” jelasnya ketika dihubungi pada Kamis (25/10/2018).  (*)

--

Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan judul Ini Alasan Orang Suka Makan Di Warteg

Editor: mon
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved