Pemilu 2019

Tokoh Lintas Agama di Kota Magelang Tolak Politisasi Tempat Ibadah

Tokoh Lintas Agama di Kota Magelang Tolak Politisasi Tempat Ibadah Pada Pemilu 2019

Tokoh Lintas Agama di Kota Magelang Tolak Politisasi Tempat Ibadah
Tribun Jogja/ Rendika Ferri Kurniawan
Sejumlah tokoh agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), MUI, Kemenag, Polres Magelang Kota mendeklarasikan sikap untuk menolak politisasi tempat ibadah di Gedung Wanita, Kota Magelang, Rabu (24/10/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM - Sejumlah tokoh agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Magelang menyatakan sikap untuk menolak politisasi tempat ibadah pada Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019 di Kota Magelang

Mereka juga sepakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas selama masa pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam deklarasi yang dibacakan Ketua FKUB Kota Magelang, KH Mansur Siraj, Polres Magelang Kota, dan Tokoh Lintas Agama di Gedung Wanita, Kota Magelang, Rabu (24/10/2018).

Baca: Sudah Punya Payung Hukum, Bawaslu Mulai Identifikasi APK yang Salahi Aturan

"Kami ingin pesta demokrasi Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden pada Pemilu Tahun 2019 mendatang dapat berjalan dengan aman, damai dan sejuk, tanpa politisasi tempat ibadah," ujar Mansur Siraj.

Mansur mengatakan, ada lima kondisi ideal yang perlu diwujudkan pertama adalah dengan keimanan dam ketakwaan yang mantap.

Kemudian terwujudnya pengetahuan agamanya luas, tetapi luwes. sehingga tidak menciptakan sikap radikal, fanatik buta, dan sok merasa eksklusif.

Ketiga adalah dengan terciptanya kerukunan umat beragama yang semakin mantap. Lalu, berkembangnya akhlak baik, atau akhlakul karimah. Kelima adalah.peran serta umat beragama dalam pembangunan di daerah. (tribunjogja)

Penulis: rfk
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved