ESAI

Sirene Itu Berbunyi Trereret Brong-brong

Sirene trereret brong-brong,...ini memang menjadi tanda jika musim kampanye sudah datang

Sirene Itu Berbunyi Trereret Brong-brong
Tribun Manado
Penghancuran knalpot bising

SIRENE itu berbunyi ...Trereret brong-brong,...Trereret brong-brong. Seperti dikomando, suara dari sejumlah knalpot sepadamotor itu membentuk nada yang dimainkan.

Saat nada tersebut melintas dan belum sepenuhnya hilang, suara lain menyusul dari arah belakang. Begitu nada-nada dari knalpot tersebut beberapa kali melintas di sejumlah jalan belakangan ini, dan mungkin akan semakin sering menjelang 2019.

Pengendara sepedamotor trereret brong-brong,...ini tampak mengenakan atribut partai politik. Mereka berkonvoi dalam kelompok kelompok kecil, dan sesekali melintas dalam kelompok besar.

Suara akan semakin riuh saat dua atau lebih kelompok berpapasan. Saat berpapasan itulah, mereka seperti saling berlomba untuk menggeber suara sepedamotor mereka.

Anehnya, meski sengaja memodifikasi sepedamotornya mengeluarkan suara super keras dan cenderung memekakkan telinga, mereka justru menutupi telinga dengan kapas atau lainnya. Mereka seperti memaksa orang lain mendengarkan apa yang mereka suarakan.

Keanehan lainnya adalah, baik Parpol merah, biru, kuning, hijau dan lainnya, suara yang dikeluarkan berikut nadanya sama. Sangat mungkin, peserta konvoi trereret brong-brong,...ini sebenarnya adalah orang yang sama dan hanya berganti atribut menyesuaikan siapa yang memberikan uang bensin kepada mereka.

Sirene trereret brong-brong,...ini memang menjadi tanda jika musim kampanye sudah datang. Bahkan meski terkesan memekakkan telinga, pesan dari suara .....Trereret brong-brong,...ini lebih efektif dari sosialisasi yang dilakukan penyelenggara pemilu terkait pesta demokrasi lima tahunan kita.

Suara ...trereret brong-brong,... di kepala kita sudah identik dengan kampanye. Bahkan ketika dibalik, jika ada pertanyaan apa itu kampanye? mungkin pikiran pertama yang terlintas untuk menjawab adalah trereret brong-brong, dari konvoi kendaraan bermotor.

Apapun partainya, siapapun calonnya bagi sebagaian orang, kampanye yang merupakan bagian dari Pemilu yang merupakan representasi dari demokrasi adalah trereret brong-brong,... Tak ada yang berbeda dari nadanya, semua parpol mengeluarkan suara yang sama. Hanya atributnya saja yang baarangkali berbeda. Bahkan bisa jadi, orang-orangnya juga sama.

Di satu sisi, kita patut merasa miris dengan fenomena ini. Sebab trereret brong-brong,... ini masih terjadi di Yogyakarta. Sementara beberapa daerah di Indonesia, model kampanye “kuno” ini sudah mulai ditinggalkan. Kalaupun ada konvoi, maka tak ada bunyi knalpot yang memekakkan telinga.

Mungkinkah, Kota ini telah gagal melakukan pendidikan politik? Mungkinkah partai politik di Yogya masih mengukur kekuatan politiknya dengan seberapa bising jalanan ketika mereka kampanye?

Atau mungkin Parpol di daerah berlabel istimewa ini memang tak ada “suara” lain yang ingin diperjuangkan melalui Pemilu? Atau jangan-jangan, ideologi parpol kita saat ini memang sebatas trereret brong-brong,...
Sebagai catatan tambahan. Fenomena trereret brong-brong,... ini selain kampanye juga muncul saat konvoi supoter bola. Dan lagi-lagi, ini hanya terjadi di Yogya ada konvois supoter lengkap dengan trereret brong-brong,...

Ironisnya, lagi-lagi polisi yang ada di daerah berlabel istimewa ini seperti abai dengan fenomena ini. Kawan-kawan polisi yang bertugas di jalan bahkan terkadang seperti tak berdaya saat konvoi trereret brong-brong,... seperti menyepelekan mereka. Tapi apa boleh buat, polisi di lapangan hanyalah menjalankan perintah atasan mereka. Saat atasan mereka tak tegas, maka mereka yang menjadi korban. (***)

Penulis: ufi
Editor: ufi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved