Nasional

KPU RI Gelar Talkshow di UGM, Bahas Peluang dan Tantangan Pemilu di Era Teknologi Digital

Pertukaran informasi yang sangat aktif dan cepat tanpa dibatasi sekat dan ruang tentu membawa dampak. Baik positif maupun negatif.

KPU RI Gelar Talkshow di UGM, Bahas Peluang dan Tantangan Pemilu di Era Teknologi Digital
IST
Ketua KPU RI, Arief Budiman saat dijumpai media usai menghadiri talkshow dengan tema 'Pemilu di era teknologi digital: peluang dan tantangannya' di selasar barat kampus Fisipol UGM, Sabtu (20/10/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - KPU RI bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar talkshow interaktif di Selasar Barat, Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, Sabtu (20/10/2018).

Dalam acara tersebut, mengusung tema 'Pemilu di Era Teknologi Digital: Peluang dan Tantangannya.'

Disebutkan hal ini merupakan sebagai respon akan meningkatnya digital teknologi yang turut merubah gaya hidup serta tatanan komunikasi masyarakatnya.

Pertukaran informasi yang sangat aktif dan cepat tanpa dibatasi sekat dan ruang tentu membawa dampak. Baik positif maupun negatif.

"Para pemilih yang masuk generasi milenial itu banyak, erat hubungannya dengan era teknologi digital," kata Arief Budiman, Ketua KPU RI dalam sambutannya.

Baca: Ketua KPU RI, Arief Budiman: Hoax dan Adu Domba, Dampak Negatif Kemajuan Teknologi

Arief melanjutkan, melalui data survey, ada sekitar 142 juta jiwa dari total lebih dari 220 juta penduduk di Indonesia yang sudah menggunakan internet.

"Artinya sudah 54,68 persen pengguna internet di Indonesia," terangnya.

Hal tersebut tentu yang harus direspon dan disikapi untuk mendiskusikan tentang pengelolaan kampanye pemilu di dunia maya serta tentang bagaimana pemanfaatan dan pengoptimalan kemajuan teknologi komunikasi informasi untuk berkampanye.

"Tentu dengan kegiatan ini buka untuk mengkampanyekan masing-masing tim sukses namun lebih kepada ajang berbagi tentang bagaimana seharusnya kampanye dikelola di era digital," lanjutnya.

Bahkan menyikapi perkembangan era teknologi digital tersebut KPU juga telah melakukan langkah dengan penyebarluasan informasi dan sosialisasi tentang pemilu dan KPU melalui laman internet.

Baca: KPU Kota Yogya Usulkan Ada Regulasi untuk Bendera Parpol

"Dari banyak saluran yang ada, banyak yang menggunakan Youtube, Facebook, Instagram, Twitter dan WhatsApp, selebihnya Google dan sebagainya. Makanya KPU banyak bikin film dan sosialisasi melalui laman Youtube, agar informasi ini dapat diserap masyarakat," katanya.

Harapannya dengan adanya diskusi dari masing-masing tim kampanye beserta para pembahas dari Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM dapat menelurkan sebuah formula dalam berkampanye yang santun dan mencerdaskan masyarakat melalui digital teknologi.

"KPU punya slogan, Pemilu berdaulat, Negara Kuat, jika pemilih menggunakan hak pilihnya dengan benar maka yang terpilih insyallah adalah mereka yang hebat, kuat dan punya kualitas naka negara akan kuat," katanya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved