Travel

Junk Yard Auto Park, Ubah Mobil Rongsok Jadi Taman Swafoto Instagramable

Junk Yard Auto Park, Ubah Mobil Rongsok Jadi Taman Swafoto Instagramable

Junk Yard Auto Park, Ubah Mobil Rongsok Jadi Taman Swafoto Instagramable
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Seorang pengunjung berfoto di spot foto Junk Yard Auto Park, Magelang, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM - Anda pasti tidak menyangka kalau 'rongsokan' dari mobil-mobil tua nan klasik ini bisa menjadi spot foto yang instagramable bukan?

Deretan mobil klasik pabrikan Jerman yang diproduksi tahun 1960-an tersebut tertata rapi serta dipercantik menggunakan latar diorama yang menunjang swafoto makin oke.

Ya, Junk Yard Auto Park yang terletak di Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur ini menjadi alternatif wisata yang wajib dikunjungi ketika berkunjung ke Magelang, Jawa Tengah.

Baca: 3 Spot Instagramable dan Menarik di Situs Candi Ratu Boko

Terletak sekira 17 kilometer dari pusat Kota Magelang, Junk Yard Auto Park menyajikan 14 spot berfoto mulai dari mobil VW tertua buatan tahun 1964 dan mobil pabrikan Dogde tahun 1957.

Tak hanya mobil klasik, deretan kendaraan antik lain pun turut terpajang di antaranya bemo, becak, bajaj, delman, serta sepeda motor lawas.

Tak sekadar dipajang, beberapa spot swafoto pun tampak begitu unik lantaran mobil-mobil tersebut dimodifikasi sedemikian, ada yang dijungkir balik, hingga dibuat menjadi ayunan.

Pengelola Junk Yard Auto Park, Galang Rezkidianto, mengatakan ide taman swafoto bermula saat dirinya melihat banyak mobil-mobil tua milik orangtuanya yang tak terawat.

Baca: Merti Bakpia 2018 Digelar Besok

"Biasanya mobil rongsokan dianggap tidak berguna, tapi bagi kami dengan penataan sedemikian rupa bisa jadi spot menarik," kata Galang dihubungi Tribunjogja.com, Kamis (18/10/2018).

Tak hanya koleksi mobil klasik milik orangtuanya, namun ada pula mobil yang sengaja dibeli untuk menambah koleksi spot foto yang ada di Junk Yard Auto Park.

Galang berujar, tempat ini berdiri di tanah bengkok seluas 2.000 meter persegi milik Kepala Desa Wanurejo, dengan sistem bagi hasil pendapatan.

Baca: Mengintip Ratusan Koleksi Otomotif Kuno di Museum Merpati Yogyakarta

"Kami berkerja sama dengan sistem bagi hasil, yakni 50 persen pengelola, 40 persen kepala desa dan 10 persen BUMDes Wanurejo," katanya.

Meski baru dibuka pada Maret 2018 lalu, Junkyard Auto Park sudah banyak dikunjungi wisatawan. Menurut Galang, setiap hari ada sekitar 50- 70 orang datang ke taman ini.

Ada pun tarif yang dipatok pengelola ialah Rp 15 ribu untuk hari Senin-Jumat, dan Rp 20 ribu untuk hari Sabtu-Minggu atau hari libur. (tribunjogja)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved