Ada "Kingkong dan Hiu Purba" di Festival Jerami Banjarejo

Event seni kolosal ini digelar di Lapangan Barak, Banjarejo, tak jauh dari Rumah Fosil Banjarejo

Ada
Ahmad Taufik untuk Tribunjogja.com
Festival jerami Banjarejo 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam rangka ulang tahun ke-2 Desa Wisata Banjarejo, Gabus, Grobogan, Jateng, lusa Rabu (17/10/2018) digelar Festival Jerami.

Event seni kolosal ini digelar di Lapangan Barak, Banjarejo, tak jauh dari Rumah Fosil Banjarejo, ikon desa wisata budaya dan sejarah tersebut.

Sejumlah patung jerami berukuran jumbo dibuat dan ditempatkan di arena festival. Tiga patung raksasa karya warga desa itu terdiri patung jerami kingkong, hiu purba, dan gajah purba.

Demikian diinformasikan Kepala Desa Banjarejo, Ahmad Taufik, kepada Tribunjogja.com, Senin (15/10/2018). Festival akan berlangsung hingga 28 Oktober 2018.

"Festival Jerami Banjarejo 2018 diselenggarakan Kelompok Sadar Wisata Banjarejo yang diprakarai Kades Banjarejo," kata Ahmad Taufik.

Dua tahun lalu, Banjarejo ditetapkan menjadi Desa Wisata oleh Bupati Brobogan. Di desa ini telah ditemukan aneka fragmen dan fosil fauna prasejarah yang sangat berharga.

Terkait mengapa memilih festival jerami, Kades Banjarejo menjelaskan, bahan bakunya sangat murah diperoleh, dan sangat dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.

Karena itu semua dusun di Banjarejo ikut serta membuat aneka patung dan seni instalasi berbahan jerami. Semuanya dikerjakan secara mandiri dan swadaya oleh warga masing-masing dusun.

"Ini juga untuk terus menumbuhkan kebersamaan antar warga desa. Mereka bebas mengekspresikan ide, tapi memang kebanyakan membuat replika binatang-binatang purba yang fosilnya ditemukan di desa ini," lanjut pemimpin desa alumni Fisip UMY ini.

Menurut rencana, Festival Jerami Banjarejo 2018 akan dilakukan Bupati Grobogan pada Rabu nanti. Acara terbuka untuk umum selama seminggu.

Meski festival belum resmi dimulai, lokasi displai patung-patung jerami jumbo sudah ramai didatangi warga. Sejumlah spot foto sangat keren dan mulai semarak menghiasi lini masa medsos.

Festival serupa sebelumnya pernah digelar di Kabupaten Ogan Komering Ulu di Sumatera Selatan dan Kabupaten Banjarnegara, Jateng.

Desa Banjarejo terletak di perbatasan Grobogan-Blora. Secara lokasi tidak jauh dari area semburan lumpur di Desa Kuwu, yang terkenal dengan sebutan "Bledug Kuwu".

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, desa ini menimbulkan kejutan demi kejutan bagi kalangan peneliti prasejarah.

Terdapat demikian banyak temuan fosil fauna prasejarah, yang mengindikasikan daerah itu jutaan tahun lalu adalah pusat kehidupan masif masa purba.(Tribunjogja.com/xna)

Penulis: xna
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved