Kuliner

Segarnya Gudeg Salak, Inovasi Kuliner Ala Pawon Pariyem

begitu sesuap masuk ke mulut, ada sensasi rasa yang berbeda dengan gudeg biasa. Bukan sekedar manis, tapi juga rasa asam yang segar.

Segarnya Gudeg Salak, Inovasi Kuliner Ala Pawon Pariyem
Tribunjogja.com/ Alexander Ermando
Sepiring penuh Gudeg Salak olahan Pawon Pariyem, Pedukuhan Kadisobo II, Desa Trimulyo, Sleman 

Berkat inovasi yang tergolong unik, Desa Trimulyo Sleman berhasil memenangkan kompetisi kuliner antar desa wisata.

Gudeg Salak mampu mengalahkan 43 pesaing.

Baca: Daftar Lengkap Alamat dan Nomor Telepon Klinik Pratama BPJS Kesehatan di Kulon progo

Baca: Festival Bumi Merapi Bukti Kekayaan Budaya di Sleman

Selain Gudeg Salak, Pawon Pariyem yang dikelola oleh BUMDes Trimulyo tersebut menyajikan olahan salak dalam bentuk lain, seperti Pia Salak, Jenang Salak, Keripik Salak, dan Cocktail Salak.

Salah satu minuman yang diunggulkan di Pawon Pariyem adalah Jaserlak (Jahe-Sereh-Salak).

Disajikan hangat dalam teko, minuman ini cocok bersanding dengan Gudeg Salak.

Seporsi Gudeg Salak sendiri dijual dengan harga Rp 23 ribu, lengkap dengan berbagai lauk pendampingnya.

Suasana makan pun semakin sempurna lantaran Pawon Pariyem dibangun dengan konsep alam yang begitu natural.

Selagi makan, pengunjungnya juga bisa menikmati gemerisik angin dan suara air di kali tepat sebelah bangunan warung.

Usai membuat Gudeg Salak, Mawardi menuturkan pihaknya sedang berusaha mengembangkan menu tersebut ke dalam bentuk lain.

Rencananya, ia bersama warga desa akan membuat varian Gudeg Salak dalam bentuk kering.

Hal ini dilakukan agar menu andalan ini semakin mudah dikenalkan secara luas ke masyarakat.

"Nanti biar bisa dibawa sebagai oleh-oleh," ungkap Mawardi.(*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: ose
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved