Pemilu 2019

Kunjungi Ponpes Krapyak, KH Ma'ruf Amin : Saya Tidak Pernah Kampanye di Pondok Pesantren

Kunjungi Ponpes Krapyak, KH Ma'ruf Amin : Saya Tidak Pernah Kampanye di Pondok Pesantren

Kunjungi Ponpes Krapyak, KH Ma'ruf Amin : Saya Tidak Pernah Kampanye di Pondok Pesantren
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
KH Ma'ruf Amin ketika melakukan kunjungan kepada Kyai dan Nyai di pondok pesantren Al-Munawwir Krapyak, Minggu (14/10/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM - Terkait kunjungannya kepada Kyai dan Nyai di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Bantul, calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin mengaku tidak sedang kampanye.

KH Ma'ruf Amin mengaku kedatanganya hanya silaturahmi saja.

Hal itu ditegaskan KH Ma'ruf yang menyikapi tentang larangan KPU yang menyatakan proses kampanye dalam Pemilu dan pemilihan presiden 2019 tidak boleh dilakukan di lembaga pendidikan. Yang dimaksud lembaga pendidikan termasuk di antaranya kampus dan pesantren.

"[Larangan kampanye di pesantren]. Ya ndak papa. Kalau saya tidak pernah kampanye di pondok pesantren, tetapi saya silaturahmi," kata KH Ma'ruf, di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Minggu (14/10/2018).

Diketahui, aturan dilarang kampanye di lembaga pendidikan diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu), Pasal 28O ayat 1 menyebutkan bahwa "Pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang: (h). menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.

Dalam kunjungannya ke pondok pesantren Al-Munawwir Krapyak, mantan Ketua MUI itu bertemu dengan sejumlah tokoh pesantren. Di antaranya KH Atabik Ali Maksum, Nyai Ida Zainal Abidin dan KH Najib Abdul Qadir.

Baca: Kunjungi Ponpes Al-Munawwir Krapyak, KH Maruf Amin: Mereka Mendoakan dan Mendukung Saya

Dikatakan salah satu pembantu pengasuh ponpes Al-Munawwir Krapyak, Mukhtarom Ahmad, pertemuan KH Ma'ruf Amin ke pesantren hanya sebatas silaturrahmi biasa.

Apalagi, pesantren Krapyak baru saja menggelar peringatan hari santri nasional. Sehingga pertemuan itu melaporkan beberapa kegiatan yang sudah dilakukan.

"Pembicaraan mengenai arus politik tersirat saja, tidak dikatakan secara gamblang. Harapannya ada dukungan. Istilahnya minta doa pangestu dari para pengasuh," tuturnya.

Sementara itu, Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini, menyampaikan, kunjungan KH Ma'ruf Amin ke Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak hanya silaturahmi. Mengingat KH Ma'ruf bukan orang baru bagi keluarga pondok pesantren.

"Saya kira silaturahmi. Tadi beliau kangen-kangenan tentang muktamar NU tahun 1998. Ketika itu ada KH Ahmad Sidik dan KH Ali Maksum. Jadi penuh kekeluargaan," ucapnya.

Menurutnya, selain kangen-kangenan. Pertemuan tersebut juga membahas beberapa hal. Di antaranya terkait perkembangan ekonomi yang dihadapi bangsa Indonesia hari ini dan bagaimana perkembangan politik saat ini.

"Untuk pesan khusus. Para Kyai mendoakan KH Ma'ruf hari ini dan tadi juga di oleh-olehi sorban hijau dari KH Najib Abdul Qadir," ungkap dia. (tribunjogja)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help