Ada Retakan Baru Sepanjang 30 Km di Antartika, Ini Skenario Buruk yang Bisa Terjadi

Jika gunung es pecah dalam satu bagian, Lhermitte memperkirakan akan tercipta gunung es baru seluas 185 kilometer persegi

Ada Retakan Baru Sepanjang 30 Km di Antartika, Ini Skenario Buruk yang Bisa Terjadi
twitter / Stef Lhermitte
Retakan baru di Antartika Barat sepanjang 30 kilometer 

TRIBUNJOGJA.com - Seorang ilmuan dari Universitas Delft Departemen Remote Sensing dan Geoscience, Stef Lhermitte menemukan adanya retakan baru di Antartika Barat sepanjang 30 kilometer awal Oktober ini.

Jika retakan itu sampai pecah, maka akan ada bongkahan gunung es baru seluas 185 kilometer persegi. Tahun 2017 lalu, retakan serupa telah menciptakan satu bongkahan gunung es seluas 165 kilometer persegi.

"Tiba-tiba saja saya melihat sesuatu yang tidak saya saksikan sehari sebelumnya. Ini hanya tinggal menunggu retakan 9 kilometer lagi, maka semuanya akan terputus," jelasnya sebagaimana dilansir Mail Online, Sabtu (13/10/2018).

Wow! Kue Berusia 106 Tahun Ditemukan di Antartika. Baunya Masih Harum

Jika gunung es pecah dalam satu bagian, Lhermitte memperkirakan akan tercipta gunung es baru seluas 185 kilometer persegi yang setara denga lima kali ukuran Manhattan.

Di Twitter, Lhermitte menulis bahwa retakan ini akan menjadi peristiwa pembentukan gunung es baru terbesar keenam sejak 2001.

Jika retakan itu menghasilkan gunung es yang cukup besar, katanya, maka ini seharusnya diberikan nama.

Ekspedisi di Benua Antartika, Geolog Ini Harus Tidur Beralaskan Batuan Runcing Bersuhu Ekstrem

Lhermitte menyatakan bahwa celah Glacier Pine Island ini - serta perpecahan yang terbentuk sebelumnya - 'biasanya terjadi di lokasi dengan ceruk-es basal (celah di bagian bawah rak es yang bersentuhan dengan lautan) di mana lapisan es lebih tipis.'

Dengan kata lain, di mana es bertemu air laut yang lebih hangat, yang mencairkan gletser dari bawah.

Lhermitte mengatakan kepada Scientific American dia mengantisipasi bahwa gunung es bisa pecah di mana saja, pada beberapa minggu hingga berbulan-bulan dari sekarang, karena celah yang membentang hampir seluruh gletser.

Benarkah Obyek Misterius yang Tertangkap Google Earth Ini Piramida di Antartika?

Dia berpendapat bahwa itu mungkin akan terjadi kadang-kadang selama musim panas Antartika, yang berlangsung dari Desember hingga Februari, ketika suhu telah diketahui mencapai setinggi 50 hingga 60 derajat Fahrenheit.

Halaman
12
Penulis: mon
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved