Suhu Panas Ekstrem hingga 37,5 Derajat, Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu kota-kota di Jawa saat ini berkisar antara 34-37,5 derajat celcius.

Suhu Panas Ekstrem hingga 37,5 Derajat, Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari
Istimewa
Warga mengecek dasar dari Embung Nglanggeran yang mengering akibat kemarau panjang, Jumat (12/10/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu kota-kota di Jawa saat ini berkisar antara 34-37,5 derajat celcius.

Kisaran suhu itu, masih dalam kisaran normal. Suhu maksimum yang pernah terjadi berdasarkan data klimatologis 30 tahun.

Namun menurut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG, Hary Tirto Djatmiko, suhu tersebut adalah suhu standar dan real berdasarkan pengukuran alat tanpa dipengaruhi oleh faktor sekitar.

“(Sedangkan) feels like (terasa seperti) sudah dipengaruhi oleh kondisi sekitar, seperti aktivitas kendaraan bermotor dan lain-lain sehingga pengukurannya bisa lebih tinggi,” ujarnya.

Dengan kata lain, walaupun hasil pengukuran BMKG menunjukkan angka 34-37,5 derajat celcius, suhu yang Anda rasakan bisa lebih tinggi atau lebih rendah.

Pakar meteorologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Drs. Zadrach Ledoufij Dupe M.Si., yang dihubungi Jumat (12/10/2018), mengatakan, bahwa indeks kenyamanan merupakan gabungan dari beberapa faktor meteorologi, seperti suhu dan kelembapan.

“Kalau temperatur tinggi dan kelembapan tinggi, kita merasa gerah atau panas, sangat tidak nyaman. Tapi kalau temperatur tinggi dan kelembapan rendah, kita merasa biasa-biasa saja. Tubuh kita bisa beradaptasi dengan baik,” ujarnya.

Pada saat ini, kondisi cuaca Jawa adalah bersuhu tinggi, tetapi kelembapannya rendah. Akibatnya, banyak orang merasa haus, mudah berkeringat, dan rentan terbakar matahari.

Kelembapan Rendah

Catatan BMKG menunjukkan bahwa kelembapan udara kurang dari 60 persen pada ketinggian 3-5 km dari permukaan.

Kelembapan rendah ini mungkin membingungkan banyak orang. Sebab, pelajaran sekolah menuturkan bahwa Oktober sudah memasuki musim hujan.

Nyatanya, masyarakat Pulau Jawa belum merasakan hujan hingga kini. Bahkan, prakiraan BMKG menunjukkan bahwa hujan akan mundur dari jadwal sebanyak 10 hingga 30 hari.

Baik Zadrach maupun Hary berkata bahwa musim kemarau yang lebih panjang ini disebabkan oleh fenomena El Nino, di mana massa udara dingin dan kering mengalir dari Australia menuju Indonesia bagian selatan khatulistiwa, terutama Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. (Shierine Wangsa Wibawa)

.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Suhu Jawa 34-37,5 Derajat Celcius, Bukan Berarti Rasanya Sepanas Itu"

Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help