Yogyakarta

Overload, Posko Bantuan Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah Minta Pemda DIY Segera Bantu Pengiriman

Posko Bantuan Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah di Yogyakarta meminta Pemda DIY mempercepat bantuan pengiriman bantuan yang sudah terkumpul ke Palu.

Overload, Posko Bantuan Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah Minta Pemda DIY Segera Bantu Pengiriman
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma Wardhani
Bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala, dan Sigi masih menumpuk di Posko Asrama Putra Sulawesi Tengah Bintaran Sabtu (13/10/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Posko Bantuan Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah di Yogyakarta meminta Pemda DIY mempercepat bantuan pengiriman bantuan yang sudah terkumpul ke Palu.

Koordinator Logistik dan Relawan Posko Bantuan Gempang dan Tsunami Sulteng, Janeska Mahardika mengatakan posko sudah overload.

Baca: ACT DIY dan UII Kembali Kirimkan Bantuan Truk Kemanusiaan ke Sulawesi Tengah

Hal itu disebabkan karena pengiriman tidak segera dilakukan.

"Sudah overload ini, empat kamar penuh isi logistik dan pakaian. Ini kalau nggak ditata, udah nggak ada tempat lagi. Barang masuk terus, tetapi tidak dikirim. Kemarin dari Pemda katanya mau membantu pengiriman jalur udara," katanya saat ditemui Tribunjogja.com di Asrama Putra Sulawesi Tengah, Sabtu (13/10/2018).

Ia khawatir jika tidak segera dilakukan pengiriman, barang akan semakin banyak.

Apalagi korban di Sulawesi Tengah, khususnya Palu, Donggala, dan Sigi sangat membutuhkan bantuan.

Sebelumnya posko telah melakukan pengiriman ke Palu menggunakan kapal.

Namun membutuhkan waktu yang sangat lama, oleh sebab itu ia meminta Pemda DIY segera membantu pengiriman melalui jalur udara.

"Ini kan isinya logistik, sementara logistik kan ada masa kadaluarsanya. Takutnya malah jadi terbuang dan tidak terpakai. Ada pengiriman gratis kesana, tetapi paling lambat besok udah sampai Jakarta. Nggak terkejar," ujarnya.

"Pengiriman jalur laut itu 2 minggu, kita kemarin kirim pertama tanggal 5, baru sampai hari ini. Padahal kan korban di sana juga membutuhkan," sambungnya.

Baca: Ingin Sumbang Bantuan ke Palu? Ini 12 Kebutuhan Mendesak untuk Korban Gempa

Janeska pun mengungkapkan bahwa ia terpaksa menjual sumbangan pakaian untuk mengurangi kapasitas.

Uang hasil penjualan nantinya akan dibelikan barang-barang yang dibutuhkan oleh korban gempa dan tsunami.

"Ini kan kami udah nggak meneima pakaian lagi. Sudah overload. Kemarin sampai dijual. Untuk beli susu sama popok, di sana kan susah itu. Jadi posko dari Yogyakarta di Palu sudah ada, tinggal distribusinya saja," ungkapnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved