LPPNU DIY Ajak Warga Terus Budidayakan Ikan di Wilayah DIY 

Hal ini menjadi ikhtiar santri berbakti pada bangsa dan negara, bagian yang terus bertumbuh dan berkembang.

LPPNU DIY Ajak Warga Terus Budidayakan Ikan di Wilayah DIY 
Dok.istimewa
LPPNU DIY ajak warga terus budidayakan ikan 

TRIBUNJOGJA.COM - Dalam rangka peringatan hari santri nasional, 22 Oktober 2018, Pengurus Wilayah Lembaga Pengembangan Pertanian NU DIY mengajak warga NU dan masyarakat pada umumnya untuk terus mengembangkan budidaya ikan.

Berdasarkan data Dinas Kelautan Dan Perikanan DIY 2017, kebutuhan konsumsi ikan masyarakat sekitar 111.600 ton sementara produksinya dari hasil budidaya dan penangkapan baru 96.900 ton pertahun.

Oleh karena itu, kekurangannya didatangkan dari luar DIY, yang berjumlah sekitar 15.600 ton.

Ketua PW LPPNU DIY sekaligus Pengurus Wilayah Lembaga Pengembangan Pertanian NU DIY, Beni Susanto, menuturkan hari santri nasional yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui melalui Kepres 22 Tahun 2015, memberikan makna kuat bagi motivasi kaum santri untuk terus berkarya, berkreasi yang produktif dan bermanfaat seperti pengembangan budidaya ikan.

"Hal ini menjadi ikhtiar santri berbakti pada bangsa dan negara, bagian yang terus bertumbuh dan berkembang," tuturnya melalui rilis yang diterima Tribunjogja.com, Sabtu (13/10/2018).

Menurutnya, untuk mengembangkan budidaya ikan tidak terlalu sulit dan tidak harus membutuhkan lahan yang luas.

"Ikan nila, gurami, lele, bawal, patin, gabus, sidat dan udang viname bisa dibudidayakan dan berkembang dengan baik dan tidak sulit," paparnya.

Ia juga berujar kebanyakan budidaya ikan saat ini masih bersifat individu, akan lebih hemat dan menguntungkan jika dilakukan dalam bentuk kelompok, seperti kelompok mina atau poktan.

Melalui kelompok mina, poktan pembinaan, jejaringnya lebih mudah dan luas, sementara secara pembiayaan bisa lebih ditekan, efisiensi untuk pakan dan distribusi.

Kelompok mina, poktan bisa dimaknai sebagai ikhtiar peningkatan kesejahteraan secara berjamaah, sehingga tidak hanya ibadah seperti shalat.

Seiring pertumbuhan ekonomi, pembangunan sektor pariwisata, industri kuliner dan kecenderungan peningkatan kebutuhan konsumsi ikan, budidaya ikan prospektif dikembangkan.

Meskipun dalam skala terbatas Ponpes An-Nur Ngrukem, Ponpes Lintang Songo Piyungan dan Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan Panggungharjo Sewon Bantul membuktikan hasil budidaya gurami, nila dan patin. 

"Budidaya ikan penting untuk terus dikembangkan, bukan saja konsumsi ikan yang lebih sehat dengan kandungan protein yang tinggi, tetapi agar bisa dinikmati oleh masyarakat yang lebih luas," imbuh dia.

Melalui pengembangan budidaya ikan, DIY bisa memenuhi kebutuhan konsumsi ikan masyarakat tanpa bergantung dari luar.

"Terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, hari santri nasional dan perhatiannya kepada pesantren makin membuktikan sinergi santri, masyarakat dan pemerintah untuk bersama merajut kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh bangsa dan negara Indonesia," tutupnya. (*/rls)

Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help