Yogyakarta

Sandiaga Uno : Ekonomi Syariah Diprediksi Dapat Membuka Lapangan Pekerjaan

Sandi menilai, potensi ekonomi syariah di Indonesia luar biasa jika melihat antusiasme masyarakat yang ingin mendorong ekonomi syariah.

Sandiaga Uno : Ekonomi Syariah Diprediksi Dapat Membuka Lapangan Pekerjaan
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawetri
Cawapres Sandiaga Uno menjadi narasumber dalam Munas Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dalam rangkaian acara Jogja Halal Festival pada Jumat (12/10/2018) sore. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Cawapres Sandiaga Uno menjadi narasumber dalam Munas Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dalam rangkaian acara Jogja Halal Festival pada Jumat (12/10/2018) sore.

Dari pantauan Tribunjogja.com, kegiatan pada sore ini sekaligus menutup rangkaian safari Sandi ke Yogyakarta.

Baca: Usai Bertemu Sandiaga Uno, Sultan: Soal Dukungan Capres di TPS Saja

Sandi menilai, potensi ekonomi syariah di Indonesia ini luar biasa jika melihat antusiasme masyarakat yang ingin mendorong ekonomi syariah.

Menurut Sandi, Jogja Halal Festival ini merupakan gerbang menuju ekonomi syariah yang lebih.

"(Ekonomi Syariah) sekarang kurang dari 10 persen, kita menuju 20 persen dalam 2-3 tahun ke depan," kata Sandi.

Sandi berharap, paling tidak, target sepertiga dari ekonomi bisa mendapatkan topangan dari ekonomi syariah.

Hal ini karena ekonomi syariah berbasis terbuka dan berkeadilan.

"Bukan hanya keuangan syariah saja, tetapi juga ekonomi syariah yang isinya kita bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya," lanjutnya.

Dijelaskan Sandi, untuk memacu pertumbuhan ekonomi syariah tersebut, perlu adanya kebijakan dari pemerintah.

"Kemarin di DKI saya buat kebijakan, Alhamduliah seperempat daripada peredaran keuangan yang ada di DKI bisa dilakukan melalui keuangan syariah," kata Sandi.

Sandi melanjutkan, para Pegawai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menerima gaji dalam rekening yang dibuka dalam bank syariah.

Baca: Temui Sri Sultan HB X, Sandiaga Uno Tegaskan Bukan Minta Dukungan

Ia menambahkan, upaya ini dilakukan sebagai pemicu awal gerakan untuk membuat ekonomi syariah bisa mengambil peran dengan pertumbuhan ekonomi, misalnya dengan membuka lapangan kerja.

Menurut dia, jika ekonomi syariah maju, ia memperkirakan dapat meningkatkan sekitar 4-5 juta lapangan pekerjaan.

"Saya prediksi 4-5juta (lapangan pekerjaan) dari ekonomi syariah sendiri karena banyak berbasis kuliner dan jasa," tuturnya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help