Embung Nglanggeran Kering, Namun Masih Menarik Dikunjungi

Embung yang berfungsi sebagai cadangan air terus mengering karena hujan tak kunjung datang.

Embung Nglanggeran Kering, Namun Masih Menarik Dikunjungi
Istimewa
Warga mengecek dasar dari Embung Nglanggeran yang mengering akibat kemarau panjang, Jumat (12/10/2018). 

GUNUNGKIDUL, TRIBUNJOGJA.COM – Embung Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul menjadi daya tarik bagi wisatawan karena indah dan penuh dengan air di antara perbukitan.

Namun, saat ini, embung seluas sekitar 2400 meter persegi ini kering.

Pengelola Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran Sugeng Handoko menyampaikan, embung yang selesai dibangun tahun 2013 lalu ini mengalami penyusutan air sejak tiga bulan terakhir.

Embung yang berfungsi sebagai cadangan air terus mengering karena hujan tak kunjung datang.

Situasi semakin parah karena sumber air di sekitar lokasi yang biasanya digunakan untuk mengisi air ke embung kini macet.

"Tidak ada airnya sama sekali sehingga kondisi embung tinggal lapisan geomembran yang berfungsi untuk menampung air," kata Sugeng, Jumat (12/10/2018).

Habisnya air di embung karena dimanfaatkan oleh warga dan pengelola untuk mengairi ribuan tanaman durian dan kelengkeng yang ada di kebun buah Nglanggeran.

Sebelum dilakukan penyedotan, warga telah bersepakat terkait hal ini.

"Kami optimalkan untuk pengairan kebun buah. Harapannya, ribuan batang pohon durian dan kelengkeng tahun ini bisa berbuah. Semoga bisa tercapai," ucapnya.

Meski air di embung sudah mengering, Sugeng memastikan embung yang memiliki ketinggian 495 meter di atas permukaan laut (mdpl) masih layak dikunjungi wisatawan karena kondisi kering bisa menjadi daya tarik sendiri.

Halaman
12
Editor: oda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help