INSPIRING BEAUTY

Safari Musik Bersama Papa

Tami Aulia memiliki rutinitas yang unik. Ia rajin nongkrong di sejumlah kafe dan acara musik untuk bisa menikmati lantunan lagu secara langsung.

TRIBUNJOGJA.COM,YOGYA

Aulia Pramesti Rizki Utami memiliki rutinitas yang unik. Ia rajin nongkrong di sejumlah kafe ataupun acara musik untuk bisa menikmati lantunan lagu secara langsung. Menurutnya, mendengarkan musik sambil melihat langsung aksi si penampil justru memberikan rasa yang lebih dalam.

"Itu jadi refreshing sekaligus menambah referensi musik buat aku," ujar Tami, panggilan akrabnya saat ditemui di Tribun Jogja.

Kebiasaan tersebut ternyata berasal dari ayahnya sendiri. Beliau rajin mengajak Tami untuk menonton acara musik. Nantinya ia akan menjelaskan jenis-jenis musik kepada putrinya tersebut. Berkat kebiasaan inilah Tami bisa memperkaya pengetahuannya tentang berbagai jenis aliran musik.

"Aku sendiri suka musik R&B. Kesannya mewah aja gitu," ujar putri sulung dari Suharyadi ini.

Tami sendiri memang senang bernyanyi. Ia bahkan sudah menjadikannya sebagai profesi, dengan dirilisnya sebuah single berjudul "Close to Perfect" pada akhir 2017 silam. Single yang ia produksi secara mandiri alias independen tersebut sudah bisa dinikmati publik lewat media digital.

"Itu proses produksinya sempat ketunda setahun. Rekamnya pun dengan peralatan seadanya," kenang gadis kelahiran Praya, Lombok ini. Tami masih ingat bagaimana keluarga besarnya selalu menyuruhnya menyanyi setiap kali ada acara bersama. Itulah yang membuatnya terdorong untuk menjadi musisi sekaligus penyanyi.

Menurutnya, sosok terbesar yang sangat mendukung kariernya adalah ayahnya sendiri. Sebab beliau juga turut membantu merilis album pertama Tami saat masih menetap di Lombok. "Kita pernah bikin konser tunggal di sana, dan Papa yang sibuk nyari sponsor sampai ikut jualin tiketnya," kata mahasiswi S1 Pendidikan Musik ISI Yogyakarta ini.

Demi memperbanyak pengalaman, Ayahnya pun mendorong Tami untuk ikut sejumlah ajang kompetisi. Dua di antaranya merupakan ajang ternama di stasiun televisi nasional.

Tami pun mengenang di mana ia harus rela berpanas-panasan mengantre mendapat giliran audisi salah satu ajang tersebut. Sayangnya, saat tiba di juri utama, ia tidak berhasil melaju ke babak selanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Alexander Aprita
Editor: bad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved