Kulonprogo

Kijang Tangkapan Warga Girimulyo Akhirnya Dilepasliarkan di Sermo

Kijang Tangkapan Warga Girimulyo Akhirnya Dilepasliarkan di Sermo Setelah Sebelumnya Diperiksa Kesehatannya oleh Dokter Hewan.

Kijang Tangkapan Warga Girimulyo Akhirnya Dilepasliarkan di Sermo
Tribun Jogja/ Singgih Wahyu Nugroho
Dokter hewan dari Wildlife Rescue Center (WRC) Yogyakarta tengah mengobservasi kondisi kijang yang ditangkap warga Girimulyo. Setelah pemeriksaan, satwa liar dilindungi itu dievakuasi BKSDA DIY dan dilepasliarkan di kawasan Suaka Margasatwa Sermo, Kamis (11/10/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Seekor kijang yang tertangkap warga di Girimulyo akhirnya dilepasliarkan ke Kawasan Suaka Margasatwa Sermo, Kokap, Kamis (11/10/2018).

Hal ini dilakukan untuk mencegah satwa liar dilindungi itu mengalami stres berkepanjangan.

Pelepasliaran dilakukan setelah petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY mengevakuasinya dari kandang tampungan sementara milik warga Pedukuhan Nogosari, Desa Purwosari yang menangkap kijang tersebut.

Sebelumnya, dokter hewan dari Wildlife Rescue Center (WRC) Yogyakarta melakukan pemeriksaan kondisi fisik dan kesehatan terlebih dulu atas satwa bermarga Muntiacus itu.

Dokter kemudian menyatakan bahwa hewan bertanduk itu dalam kondisi layak untuk dilepasliarkan.

"Memang ada beberapa luka di tubuhnya namun kondisi vitalnya seperti nafas dan denyut jantung masih normal. Semakin cepat dilepasliarkan akan semakin baik karena ini hewan liar." kata Dokter Hewan WRC Yogyakarta, Irhamna Putri Rahmawat.

Baca: Pertahankan Lahan Pertanian Produktif, Gapoktan Sorosutan Mampu Hasilkan 11 Ton Gabah Perhektare

Seperti diketahui, Supriyanto, warga Nogosari, Desa Purwosari, menangkap kijang tersebut ketika mengantarkan anaknya sekolah di Pendoworejo.

Tiba-tiba kijang itu muncul dari arah pepohonan dan melompat ke tengah jalan dan hampir ditabraknya. Karena kijang itu masuk ke lingkungan sekolah, ia dan seorang warga lain berinisiatif menangkapnya kemudian dibawa ke rumahnya.

Diduga, kijang itu keluar dari habitatnya karena kehabisan bahan makanan saat musim kemarau panjang ini kemudian nyasar ke lingkungan permukiman warga. (tribunjogja)

Penulis: ing
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help