Internasional

ISIS Rebut Dua Drum Gas Klorin dari Tangan Kelompok Jabhat Al-Nusra

ISIS Rebut Dua Drum Gas Klorin dari Tangan Kelompok Jabhat Al-Nusra Desa Al Latmana, dekat Aleppo

ISIS Rebut Dua Drum Gas Klorin dari Tangan Kelompok Jabhat Al-Nusra
Istimewa
Ilustrasi Senjata Kimia 

TRIBUNJOGJA.COM - Kelompok Negara Islam Irak dan Levant (ISIS) atau juga disebut ISIS, dikabarkan kini menguasai sekurangnya dua drum gas klorin.

Gas berbahaya ini mereka rebut dari tangan kelompok rivalnya, Hayat Tahrir al Sham, atau yang sebelumnya dikenal dengan Jabhat Al Nusra atau Nusra Front.

Ini kelompok yang mendapatkan dukungan kuat dari koalisi negara Arab dan banyak diminati para jihadis asal Asia, termasuk Indonesia yang pergi ke Suriah.

Dua drum gas klorin itu mereka dapatkan setelah menyerbu markas kelompok itu di Desa Al Latmana, dekat Aleppo, pada 9 Oktober 2018.

Informasi ini dikabarkan Pusat Rekonsiliasi Rusia, berdasarkan informasi intelijen mereka di lapangan. Sebuah rekaman video dari pesawat intai menunjukkan pemindahan barang berbahaya itu oleh ISIS.

Baca: Mode Kamera Google Translate Bisa Terjemahkan Bahasa Arab, Thailand dan Hindi

Dua drum gas klorin itu kini dibawa ke basis kelompok ISIS di selatan Aleppo. "Pada 9 Oktober lalu, mereka menyerang basis Hayat Tahrir al-Sham di Al Lamtmana," kata pejabat lembaga Rusia itu dikutip situs berita Sputnik.

Dalam penyerbuan itu, ISIS menewaskan empat anggota kelompok militan yang di dalamnya juga terdapat anggota relawan White Helmets.

Di Aleppo selatan, gas klorin itu kini dikuasai kelompok Harras Ad-Din, grup militan yang berafiliasi dengan ISIS atau Daesh.

Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Stefan de Mistura bulan lalu mengatakan, kelompok Al Nusra memiliki kemampuan memproduksi gas klorin yang beracun.

Rusia berulang-ulang memperingatkan, kelompok Hayat Tahrir al-Sham, Al Nusra, dan White Helmets merupakan pihak yang memproduksi propaganda serangan kimia di Suriah.

Drama propaganda mereka siapkan dan diproduksi lewat kampanye teks, media sosial, dan video yang diviralkan lewat media-media maistream barat.

Koalisi AS dua kali menggempur posisi pasukan pemerintah Suriah akibat propaganda yang dibuat White Helmets ini.

Pertama, rudal-rudal jelajah AS menyasar pangkalan udara Al Shairat di Suriah utara, setelah Suriah dituduh menggunakan bom kimia di wilayah tersebut.

Kedua, AS dan sekutu Eropanya membombardir beberapa sasaran di Damaskus dan Hama setelah menuduh pasukan Bashar menggunakan gas kimia di Douma.

Peristiwa terakhir ini terbantahkan telak, setelah Rusia menemukan bukti-bukti sangat kuat dan akurat tuduhan barat itu tidak berdasar.(Tribunjogja.com/Sputnik/xna)

Penulis: xna
Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help