Kriminal

Gara-gara Berebut Air Untuk Mengairi Kebun, Petani di Garut Ini Meregang Nyawa

Gara-gara Berebut Air Untuk Mengairi Kebun, Petani di Garut Ini Meregang Nyawa

Gara-gara Berebut Air Untuk Mengairi Kebun, Petani di Garut Ini Meregang Nyawa
net
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Musim kemarau tak hanya berdampak terhadap sulitnya warga memperoleh air bersih untuk memebuhi kebutuhan sehari-hari.

Kemarau panjang yang sudah melanda sejumlah wilayah Indonesia pun membuat para petani kelimpungan karena kesulitan mendapatkan air untuk menyiram tanamannya.

Bahkan, tak jarang, sulitnya mendapatkan air ini berujung pertikaian antarpetani.

Hal itulah yang terjadi di Garut.

Karena rebutan air, dua petani di Kecamatan Pasirwangi, yaitu Omas (54) dan Rukman (84), terlibat duel hingga salah satunya tewas dengan luka bacok di perut dan tangan.

Danramil Pasirwangi Kapten Inf Dedi mengungkapkan, pertikaian tersebut terjadi di kebun milik Oja (70) di Kampung Citonggeret, Desa Karyamekar, Kecamatan Pasirwangi, Kamis (11/10/2018) siang sekitar pukul 11.30 WIB.

Baca: Ikut Pengeroyokan, Warga Yogya Divonis 3 Tahun Penjara

Akibat pertikaian tersebut, menurut Dedi, Omas (54), warga Kampung Tonggeret, Desa Karyamekar, Kecamatan Pasirwangi, tewas terkena sabetan golok.

"Keributan ini dipicu akibat permasalahan air untuk kebun yang sulit karena musim kemarau," jelasnya.

Dedi menyampaikan, dari keterangan saksi mata, warga mendapat kabar Omas dan Rukman berselisih paham berebut air untuk menyiram kebun.

Warga pun kemudian menyambangi tempat kedua petani tersebut berselisih. Namun, menurut Dedi, begitu warga sampai di kebun, sudah ada seorang warga yang tengah memegangi Omas yang sudah bersimbah darah.

Halaman
12
Editor: has
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved