Sleman

Batik Mantaran, Kain Batik Bercorak Buah Melon Khas Sleman

Batik Mantaran, Kain Batik Bercorak Buah Melon Khas Kabupaten Sleman yang Memanfaatkan Pewarna Alami.

Batik Mantaran, Kain Batik Bercorak Buah Melon Khas Sleman
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Rita Lestari, Ketua Kelompok Usaha Batik Mantaran (tengah) menunjukan kain batik yang diproduksinya 

"Bagi pemakainya juga aman, karena pewarna buatan juga bisa memberi dampak negatif untuk kulit," jelas Rita.

Selembar kain batik dengan ukuran minimal 2 meter dijual dengan harga mulai Rp 180 ribu hingga Rp 1 juta. Harga tersebut didasarkan pada lamanya proses dan tingkat kesulitan dalam membuat batiknya.

Batik pun dibuat dengan 3 metode, tulis, cetak, dan kombinasi keduanya. Sementara proses pembuatan untuk selembar kain batik sendiri bisa mencapai seminggu.

"Motifnya kalau yang tulis kita kerjakan di rumah. Nanti proses pencelupannya kita lakukan bersama-sama di sini," jelas ibu rumah tangga ini.

Salah satu kesulitan pengembangan Batik Mantaran ini adalah sisi promosi dan penjualannya. Rita mengaku kelompoknya belum bisa memasarkan secara online.

Para pembatik tengah memproduksi Batik Mantaran
Para pembatik tengah memproduksi Batik Mantaran (Tribun Jogja/ Alexander Ermando)

Kurangnya minat generasi muda di Mantaran terhadap batik juga membuat perkembangan menjadi mandek.

"Kita semua ini kan bukan orang yang melek teknologi, jadi penjualannya ya masih sistem biasa. Tapi sudah ada yang pesan dari luar juga," tutur Rita.

Baca: Angkat Potensi Lokal, Pemkab Sleman Gelar Safari ke Desa Trimulyo

Ia pun berharap agar setidaknya ada anak yang berusia lebih muda dan produktif untuk melanjutkan usaha Batik Mantaran.

Selain pengembangan bisnis, usaha ini juga untuk menjaga ciri khas kultur dan identitas dari Mantaran.

Ia juga meminta dukungan lebih gencar dari Pemerintah Kabupaten Sleman agar produk mereka bisa dikenal oleh masyarakat secara lebih luas lagi.

"Kalau bisa produk kami juga bisa digunakan sebagai seragam mereka," kata Rita. (tribunjogja)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help