Yogyakarta

Terkait Kasus Kekerasan, Ikapelamaku Harap Kepolisian Bersikap Profesional

Ikapelamaku mempertanyakan proses penanganan terhadap empat kejadian kekerasan yang terjadi dalam dua bulan terakhir.

Terkait Kasus Kekerasan, Ikapelamaku Harap Kepolisian Bersikap Profesional
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Prof Edi O Shiariej, Ketua Dewan Pakar Ikapelamaku saat memberikan arahan kepada anggota Ikapelamaku yang mendatangi Polda DIY, Rabu (10/10/2018). Kedatangan mereka untuk menanyakan kasus dan menuntut ketegasan aparat terkait kejadian kekerasan di lingkungan Kecamatan Depok beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Terkait beberapa kasus kekerasan disertai pembacokan yang terjadi akhir-akhir ini, puluhan orang yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Maluku (Ikapelamaku) mendatangi Polda DIY, Rabu (10/10/2018).

Tujuan kedatangan mereka yakni mempertanyakan proses penanganan terhadap empat kejadian kekerasan yang terjadi dalam dua bulan terakhir.

Baca: JCW Desak Polda DIY Ungkap Dugaan Pingli di Glagah

Mereka menganggap kasus yang menyangkut beberapa anggotanya tersebut belum selesai seutuhnya dan masih diperlukan ketegasan aparat untuk menindak kasus tersebut.

Sekretaris Jenderal Ikapelamaku, Ical Umarella mengatakan pihaknya berharap semua pihak tegas dan berkomitmen untuk menegakkan aturan.

Termasuk aparat, pihaknya dan kelompok masyarakat lainnya yang terlibat untuk menuntaskan kasus tersebut.

"Sebenarnya, kami ini ingin menyikapi proses kejadian yang terjadi kemarin yakni ada 4 kejadian dalam 2 bulan yang memang belum selesai-selesai. Disini, kami hanya meminta agar aparat berlaku profesional saja, siapa yang salah segera ditangkap sedangkan yang tidak salah ya jangan ditahan," katanya kepada Tribunjogja.com saat ditemui usai audiensi bersama Kapolda DIY.

Sekira 15 orang perwakilan Ikapelamaku pun diterima dan mengikuti audiensi tersebut.

Pihak Polda DIY mengapresiasi hadirnya kelompok masyarakat yang ingin mengawal kasus tersebut.

"Kapolda DIY sangat mengapresiasi bahkan suasana audiensi terasa menyenangkan dan teman-teman dari Maluku ini datang ke Polda DIY bukan untuk demo namun kita secara baik-baik untuk mengawal," lanjutnya.

Dalam audiensi pun pihaknya menilai kepolisian DIY telah berkomitmen untuk menyelesaikan kasus yang terjadi.

"Kapolda menjanjikan bahwa semua proses hukum adalah benar-benar profesional polisi karena tidak akan pernah membiarkan. Bahkan dengan anak buahnya pun mereka sangat profesional yakni yang salah ya tetap salah, yang benar ya tetap benar," jelas Ical.

Selain itu, tambah ical, Ikapelamaku juga mendorong agar peraturan terkait peredaran minuman keras (miras) di cafe dan tempat nongkrong di Kecamatan Depok untuk ditertibkan.

Baca: Ratusan Mahasiswa Papua Adakan Aksi Damai

Pihaknya menilai lingkungan yang menjadi awal kekisruhan adalah lantaran maraknya penjualan miras di daerah tersebut.

"Boleh membuka (cafe/diskotik) tetapi (miras) tidak boleh di jual bebas lagi. Karena daerah tersebut adalah wilayah kampus dan tempat kumpulnya mahasiswa, mereka datang kesitu untuk sekolah atau pendidikan," pungkas Ical. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved