PVMBG Temukan Pergeseran Tanah Sebesar 4,88 Meter Akibat Gempa Sulawesi Tengah

Temuan terbaru PVMBG menyebutkan total pergeseran tanah di Palu mencapai 4,88 meter

PVMBG Temukan Pergeseran Tanah Sebesar 4,88 Meter Akibat Gempa Sulawesi Tengah
twitter Daeng Info
Suasana kota palu akibat gempa dan tsunami pagi ini (29/9/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Gempa berkekuatan 7,4 SR pada Jumat (28/9/2018) silam menimbulkan kerusakan parah di Palu dan beberapa wilayah lain di Sulawesi Tengah.

Temuan terbaru dari tim tanggap darurat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan, total pergeseran tanah di Palu mencapai 4,88 meter.

Di akun Twitternya, PVMBG menjelaskan bahwa pihaknya menemukan Surface Rupture (patahan permukaan) di Jalan Sungai Manonda, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu.

Total pergeseran mengiri (sinistral offset) sebesar 4,88 meter, terbagi atas 12 seksi.

Seperti diketahui, Kelurahan Balaroa adalah salah satu kawasan terparah terdampak gempa 7,4 SR tanggal 28 September.

Rumah dan bangunan tertimbun tanah akibat munculnya fenomena likuifaksi (tanah kehilangan kekuatannya) di wilayah tersebut.

Sutopo Puro Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) seperti dikutip dari Kompas.com mengungkapkan, gempa bumi di Palu dan Donggala adalah jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Palu Koro.

Sesar itu dibangkitkan oleh deformasi dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar mendatar mengiri (slike-slip sinistral).

Sesar Palu Koro merupakan patahan yang membelah Sulawesi menjadi dua, dimulai dari batas perairan Laut Sulawesi dengan Selat Makassar hingga ke Teluk Bone.

Menurut Sutopo, sesar ini sangat aktif dengan pergerakan mencapai 35 hingga 44 milimeter per tahun.

"Kota Palu berkembang di atas sesar Palu Koro. Sesar Palu Koro merupakan patahan dengan pergerakan terbesar kedua di indonesia, setelah patahan Yapen, Kepulauan Yapen, Papua Barat, dengan pergerakan mencapai 46 milimeter per tahun" ujar Sutopo.

Sementara hingga Selasa (9/10/2018) pukul 13.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah meningkat menjadi 2.010 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.601 korban dari Kota Palu, 171 korban dari Donggala, Sigi 222 korban, Parigi Moutong 15 korban, dan Pasang Kayu Sulawesi Barat 1 orang. (*)

Penulis: say
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved