Kota Magelang

3 Lokasi Teridentifikasi Langgar Aturan Sempadan Sungai, Pemkot Magelang Segera Lakukan Penertiban

DPUPR Kota Magelang akan melakukan upaya penertiban terhadap bangunan-bangunan yang melanggar tersebut.

3 Lokasi Teridentifikasi Langgar Aturan Sempadan Sungai, Pemkot Magelang Segera Lakukan Penertiban
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Tim dari Kementerian ATR/BPN, DPUPR Kota Magelang, dikawal Kepolisian dan Satpol PP melakukan pemasangan plang pemberitahuan aturan yang melarang pendirian permukiman di ruang sempadan sungai, di Kelurahan Tidar Selatan, Rabu (10/10/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang akan segera menertibkan bangunan-bangunan yang melanggar garis sempadan sungai di Sungai Elo.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Magelang sendiri sudah mengidentifikasi ada tiga titik lokasi pelanggaran, dimana terdapat permukiman, bahkan pabrik yang berdiri berdempetan langsung dengan sungai.

Baca: Pemkot Magelang Salurkan Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan

Padahal menurut aturan yang tertuang pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Magelang dan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang bahwa sempadan atau ruang yang berada 10 meter dari bibir sungai tidak diperbolehkan untuk kegiatan permukiman, apalagi untuk industri.

"Garis sempadan sungai selebar 10 meter ini harus tidak ada rumah, bahkan industri juga tidak diperbolehkan. Oleh karena itu kita harus tertibkan dan dibangun sesuai dengan peruntukannya," ujar Kepala DPUPR Kota Magelang, Yonas Nusantrawan Bolla, Rabu (10/10) pada Tribunjogja.com di sela pemasangan plang pemberitahuan sempadan sungai.

Atas dasar aturan tersebut, tim dari DPUPR langsung melakukan identifikasi terhadap wilayah di sepanjang sungai Elo, Progo atau sungai lain yang melintasi wilayah Kota Magelang.

Dari hasil identifikasi, terdapat 5-6 lokasi yang terverifikasi melakukan pelanggaran aturan sempadan sungai.

Dari lokasi-lokasi tersebut, hanya tiga lokasi yang dinyatakan melanggar.

Satu lokasi di Kelurahan Tidar Selatan, berdiri pabrik tahu yang tak jauh dari bibir sungai.

Kemudian dua rumah yang juga melanggar aturan sempadan di RW 6 dan RW 12 di Kelurahan Wates.

Halaman
123
Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help