Perlu Diperhatikan, Begini Cara dan Prosedur Meminta Surat Rujukan dari BPJS Kesehatan

Peserta tidak diperkenankan untuk langsung pergi ke rumah sakit sebelum ke faskes tinggkat 1 terlebih dahulu.

Perlu Diperhatikan, Begini Cara dan Prosedur Meminta Surat Rujukan dari BPJS Kesehatan
BPJS
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial 

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menerapkan beberapa prosedur terkait sistem rujukan yang harus diperhatikan oleh para penggunanya.

Dilansir Tribunjogja.com melalui laman resmi BPJS, ada prosedur yang harus diikuti pasien ketika ingin berobat menggunakan BPJS Kesehatan'>kartu BPJS Kesehatan.

Hal tersebut berlaku ketika peserta mengalami keluhan terhadap kesehatannya, maka peserta BPJS Kesehatan dapat pergi ke faskes 1 sesuai yang telah dipilih dan tertulis dalam kartu peserta.

Peserta tidak diperkenankan untuk langsung pergi ke rumah sakit sebelum ke faskes tinggkat 1 terlebih dahulu.

Namun hal tersebut tidak berlaku jika peserta dalam keadaan darurat.

Bila dalam kondisi darurat, maka peserta dapat langsung ke rumah sakit rekanan BPJS Kesehatan.

Prosedur inilah yang umumnya kurang dimengerti oleh peserta BPJS Kesehatan.

Selain itu, ada juga prosedur dimana peserta dapat memperoleh surat rujukan dari faskes tingkat 1 untuk menuju faskes lain atau rumah sakit yang dapat menangani lebih lanjut.

Pasien BPJS Kesehatan hanya akan dirujuk ketika ada indikasi medis tingkat lanjut, seperti perlu mendapatkan penanganan serius dari dokter spesialis, perlengkapan kesehatan yang tidak lengkap di faskes 1.

Ketika pasien dapat sembuh di faskes 1 (puskesmas / klinik) maka tidak perlu di lakukan rujuk ke rumah sakit.

Sedangkan bagi pasien yang meminta surat rujukan, maka biasanya surat rujukan akan ditulis APS (Atas Permintaan Sendiri).

Dokter akan merujuk ke faskes tingkat lanjutkan ketika penyakit pasien tidak bisa di atasi di faskes 1.

Apakah Pasien Dapat Meminta Surat Rujukan?

Pasien tidak diperkenankan meminta surat rujukan kepada dokter tanpa ada indikasi medis.

Jika peserta memaksa untuk meminta surat rujukan, maka dalam kasus ini tidak akan menjadi tanggung jawab dari BPJS Kesehatan, peserta akan dinyatakan sebagai pasien umum. (*)

Penulis: Hanin Fitria
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help