Gunungkidul

Ratusan Warga Gunungkidul Adakan Upacara Sedekah Laut di Pantai Baron

Labuhan laut adalah cara nelayan untuk bersyukur kepada Tuhan karena telah diberikan rezeki selama satu tahun ini.

Ratusan Warga Gunungkidul Adakan Upacara Sedekah Laut di Pantai Baron
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto
Masyarakat saat akan melabuhkan gunungan dalam upacara adat sedekah laut, di Pantai Baron, Senin (8/10/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL-  Ratusan masyarakat memadati Pantai Baron untuk melakukan upacara adat sedekah laut.

Upacara adat tersebut merupakan simbol syukur kepada Tuhan yang Maha Esa.

Baca: Daerah Kekeringan di Gunungkidul Makin Meluas

Ada tujuh gunungan yang dilarung ke laut, satu diantaranya berisi hewan yang kali ini adalah ayam.

Tokoh masyarakat setempat, Ngatno mengatakan, awalnya hewan yang digunakan untuk upacara adat ini adalah kerbau.

"Jadi kepala kerbau dilarung ke lautan maknanya adalah agar manusia tidak seperti kerbau yang diibaratkan hewan bodoh, tahun ini diganti dengan ayam karena keterbatasan dana. Makna lebih dalam adalah yang dilarung itu pikiran bodoh manusia dengan simbol hewan tersebut," katanya pada Tribunjogja.com.

Ia mengatakan labuhan laut adalah cara nelayan untuk bersyukur kepada Tuhan karena telah diberikan rezeki selama satu tahun ini, dan berdoa agar ke depannya diberikan keselamatan dan rezeki yang melimpah.

"Saya harap ada dukungan dari pemerintah dan masyarakat agar selalu mengucap syukur dengan cara bersih desa, labuhan, malam satu suro, dan lainnya. Kedepannya kegiatan seperti ini dapat ditingkatkan tiap tahunnya," katanya.

Ia mengatakan upacara adat yang diselenggarakan kali ini dapat menarik wisatawan yang berkunjung dengan demikian dapat menambah penghasilan masyarakat sekitar, dan kesejahteraannya.

"Dengan upacara adat ini mendukung pariwisata jadi dapat berjalan keduanya pariwisata dan sektor nelayan. Serta meningkatkan pendapatan masyarakat meningkat, serta harapannya dapat mengentaskan kemiskinan," tuturnya.

Baca: Ratusan Benda Pusaka Dijamas di Bangsal Sewokoprojo Gunungkidul

Sementara itu Ketua Nelayan Pantai Baron, Sumardi mengatakan, sedekah laut dilakukan untuk menyongsong aktifitas laut agar aman serta rezeki melimpah.

"Doa-doa yang dipanjatkan adalah agar diberikan keselamatan dan rezeki kepada allah, akhir-akhir ini hasil lumayan banyak, saat ini musim tongkol dan lobster," katanya.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved