Sleman

KPU Sleman Sebut Perbup 27/2018 Masih Bisa Digunakan untuk Pengawasan APK

Secara aturan ada maksimal 23 ribu APK dalam bentuk spanduk, baliho, dan umbul-umbul yang bisa dipasang.

KPU Sleman Sebut Perbup 27/2018 Masih Bisa Digunakan untuk Pengawasan APK
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Satpol PP dan Bawaslu Sleman menyatakan masih mencermati titik-titik pemasangan APK lantaran SK Bupati terkait perubahan Perbup 27/2018 belum terbit.

Namun, secara gamblang Ketua KPU Sleman, Imanda Yulianto menyatakan, Perbup tersebut masih bisa digunakan sebagai payung hukum oleh Satpol PP.

Baca: Bawaslu Sleman Tunggu SK Bupati untuk Tertibkan APK

"Yang perubahan kan masih menunggu, berarti Perbup yang lama masih bisa dijadikan dasar hukum apabila ada pelanggaran APK," kata Imanda saat ditemui Tribunjogja.com di ruangannya, Senin (08/10/2018).

Sementara itu, Imanda juga menyebutkan bahwa SK KPU 68/2018 tentang titik lokasi pemasangan APK dan SK KPU 69/2018 tentang jenis, jumlah, dan ukuran APK juga sudah diterbitkan pada 28 September.

Singkatnya, Imanda menyatakan bahwa Bawaslu bisa menggunakan keduanya sebagai indikator adanya pelanggaran.

"Kan tinggal ditelusuri. Jika memang ada APK yang tidak sesuai dengan kedua aturan tersebut ya bisa ditindak," jelas Imanda.

Menurut Imanda, secara aturan ada maksimal 23 ribu APK dalam bentuk spanduk, baliho, dan umbul-umbul yang bisa dipasang.

Ada 1.100 titik pemasangan di wilayah Sleman.

Baca: Gandeng Bawaslu Sleman, Desa Sardonoharjo Deklarasikan Anti Politik

Terkait Perbup baru tentang APK, Imanda mengungkapkan ada sejumlah perubahan yang diterapkan.

Salah satunya adalah penyempitan radius pemasangan APK dekat fasilitas umum, dari yang sebelumnya 150 meter menjadi 15 meter.

"Itu juga masukan dari para lurah, karena jarak tersebut dianggap terlalu jauh untuk pemasangan APK yang cukup banyak," ungkap Imanda.(*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved