Bisnis

Kadin DIY Minta Pemkot Yogya Perkuat Koordinasi

Kadin DIY meminta Pemkot Yogya perkuat koordinasi dengan pengusaha, terutama terkait revitalisasi pembangunan.

Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Wakil Ketua Kadin DIY, HR Gonang Djuliastono saat menyampaikan sambutannya dalam acara pameran jasa boga APJI DIY, Sabtu (6/10/2018) di Royal Ambarukmo. 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Yogyakarta yang ke-262 menjadi ajang refleksi bagi semua pihak, terutama Pemerintah Kota (Pemkot) untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanannya.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY pun dalam hal ini, turut memberikan masukan bagi perjalanan roda Pemkot Yogya agar semakin baik di tahun-tahun mendatang.

Baca: Kadin DIY Genjot Ekspor Demi Memanfaatkan Depresiasi Rupiah

Wakil Ketua Kadin DIY, HR Gonang Djuliastono meminta, Pemkot Yogya mesti memperkuat koordinasi dengan para pengusaha, terutama terkait revitalisasi pembangunan yang belakangan ini marak dikerjakan.

"Seperti revitalisasi di Malioboro dan Kotabaru, itu juga ngga ada koordinasi. Di Jalan Mangkubumi belum selesai, udah pindah lagi ke Kotabaru, kota jadi tambah macet, semrawut, mohon ada koordinasi," kata Gonang saat ditemui Tribunjogja.com di Royal Ambarukmo, Sabtu (6/10/2018).

Kemudian, Ia juga menyoroti soal pemberitahuan yang minim dari pihak Pemkot soal revitalisasi tersebut, karena dinilainya akan mengakibatkan pandangan yang kurang bagus bagi para wisatawan yang berkunjung ke Yogya.

"Kalau ada informasi revitalisasi pembangunan, tanggal berapa sampai kapan, gambarnya lengkap, itu kan lebih bagus," tambahnya.

Dari sisi kemacetan akibat dari revitalisasi tersebut pun dianggapnya akan ikut berdampak bagi para pengusaha di sekitar kawasan itu.

Baca: Meriahkan HUT Kota Yogya ke 262, Aneka Gambar Mural Hiasi Gang Sekolah PG-TK-SD Pangudi Luhur

Gonang menyatakan bahwa, akan ada pengusaha yang diuntungkan dan juga dirugikan dari rencana pemangkasan ruas jalan menjadi satu jalur.

"Tapi kalau dia sudah punya branding yang bagus pelanggan pasti akan tetap ada, Pemkot mesti memikirkan perubahan ruas-ruas jalan yang ingin dirubah," imbuhnya. (*)

 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved