Yogyakarta

Kampung Tangguh Bencana Harus Terintegrasi Internet

Di Kota Yogyakarta, saat ini sudah ada 100 kampung tangguh bencana yang tersebar di 14 kecamatan yang ada.

Kampung Tangguh Bencana Harus Terintegrasi Internet
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJGJA.COM - Keberadaan kampung tangguh bencana (katana) di DIY diharapkan mampu menangani potensi risiko bencana yang ada.

Di Kota Yogyakarta, saat ini sudah ada 100 kampung tangguh bencana yang tersebar di 14 kecamatan yang ada.

Baca: Kerja Sama Pemda, Masyarakat dan Dukungan Teknologi Menjadi Kunci Destana/Katana DIY

Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta,  Hari Wahyudi menjelaskan hingga 2018, sudah ada 100 kampung tangguh bencana di 14 kecamatan yang ada di Kota Yogyakarta.

Dia menyebutkan, keberadaan kampung tangguh bencana disesuaikan dengan potensi risiko bencana yang ada.

"Awalnya kita berikan pelatihan kedaruratan,  vertikal rescue juga berkomunikasi di saat bencana, warga dilatih dan difasilitasi alat komunikasi," kata Hari Wahyudi dalam Aspirasi Rakyat Yogya Istimewa (Arji) di Gedung DPRD DIY, akhir pekan lalu.

Dalam pertemuan itu, ada 13 bencana yang berpotensi di DIY.

Potensi paling besar erupsi Gunung Merapi, gempa, dan terakhir adalah banjir tanah longsor.

Untuk itulah, Pemda DIY menyusun regulasi dan antisipasi.

Sementara itu, integrasi data antara Dinas Kominfo dan BPBD ke depan akan memudahkan penanganan dan mitigasi bencana. 

Melalui integrasi data lewat fasilitas teknologi komunikasi bisa bermanfaat untuk aneka keperluan termasuk bagi optimalisasi pelayanan publik.

Baca: Bantu Mahasiswa Sulteng, Katana Yogyakarta Sediakan Bahan Mentah untuk Diolah di Dapur Umum

Ketua Komisi A DPRD DIY,  Eko Suwanto menambahkan kini tengah diupayakan penyelarasan pendidikan kebencanaan di tingkat sekolah juga edukasi untuk mewujudkan kampung tangguh bencana.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY ini juga mengatakan, kini Komisi A DPRD DIY tengah mengajukan rancangan peraturan daerah tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi. (*)

Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved