Sleman

Masa Kampanye, Bawaslu Sleman Belum Temukan Indikasi Politik Uang

Masa Kampanye, Badan Pengawas Pemilu Sleman Belum Temukan Indikasi Politik Uang

Masa Kampanye, Bawaslu Sleman Belum Temukan Indikasi Politik Uang
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Ketua Bawaslu Sleman Abdul Karim Mustofa 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM - Masa kampanye untuk para peserta Pemilu 2019 sudah berjalan seminggu lebih. Bawaslu Sleman pun belum menemukan pelanggaran hingga saat ini.

Salah satu pelanggaran yang berpotensi terjadi adalah kampanye dengan uang.

"Selama pengawasan yang kita lakukan saat ini memang belum menemukan indikasi pelanggaran sama sekali," ujar Ketua Bawaslu Sleman Abdul Karim Mustofa, Kamis (04/10/2018).

Karena belum menemukan indikasi pelanggaran, Karim pun mengaku bahwa ia belum bisa memetakan wilayah mana yang rawan politik uang. Apalagi para caleg baru ditetapkan.

Baca: Gandeng Bawaslu Sleman, Desa Sardonoharjo Deklarasikan Anti Politik

Meskipun demikian, Karim menghimbau warga agar melaporkan ke Bawaslu jika menemukan indikasi pelanggaran kampanye, termasuk dengan uang.

"Laporan warga akan kami jadikan sebagai informasi awal untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan," jelas Karim.

Karim sendiri mengapresiasi penuh gerakan anti politik uang yang diinisiasi oleh Desa Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman. Ini menjadi desa kedua setelah Candibinangun, Pakem yang meluncurkan gerakan yang sama.

Karim menyebut gerakan ini sebagai pencegahan dini untuk meminimalisir pelanggaran politik uang. Ia pun juga sudah membuat surat himbauan dan disebar ke seluruh instansi terkait hal tersebut.

"Kami himbau untuk mencegah terjadinya politik uang di lingkungan mereka," kata Karim. (tribunjogja)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved