Kulonprogo

Warga Terancam Jadi Penghuni Gelap Rumah Magersari Kedundang

Warga terdampak pembangunan bandara di Temon yang menghuni rumah relokasi magersari di Kedundang terancam jadi penghuni gelap.

Warga Terancam Jadi Penghuni Gelap Rumah Magersari Kedundang
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Warga terdampak pembangunan bandara di Temon yang menghuni rumah relokasi magersari di Kedundang terancam jadi penghuni gelap apabila tak segera pindah status kependudukan.

Pasalnya, jika tak segera pindah identitas, mereka tak bisa mengurus hukum legal penggunaan tanah Paku ALam Ground (PAG) tersebut.

Asisten II Sekretariat Daerah Kulonprogo, Sukoco mengatakan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo akan memproses permohonan surat kekancingan atas penggunaan lahan PAG tempat berdirinya rumah relokasi magersari itu ke Pura Pakualaman sebagai pemilik tanah.

Namun, pengajuan permohonan itu hanya akan dilakukan bagi warga penghuni yang sudah pindah status kependudukan menjadi warga Kedundang.

"Sesuai ketentuan, warga yang menempati PAG harus memiliki surat kekancingan sebagai dasar kekuatan hukum legal penggunaannya. Kami hanya akan memproses yang sudah pindah kependudukan ke Kedundang," kata Sukoco pada Tribunjogja.com, Rabu (3/10/2018).

Seperti diketahui, ada 43 kepala keluarga (KK) terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang kini menempati hunian relokasi magersari tersebut sejak beberapa bulan silam.

Mereka berasal dari Desa Palihan dan Glagah.

Namun, sebagian warga tersebut enggan pindah status kependudukan lantaran khawatir kehilangan haknya atas pemberdayaan yang dijanjikan pihak pemrakarsa NYIA, PT Angkasa Pura I.

Tanpa surat kekancingan itu, warga sama saja tak memiliki bukti legal hak guna lahan tersebut atau bisa disebut ilegal alias penghuni gelap.

Sukoco mengatakan, ketentuan kepemilikan surat kekancingan ini juga berlaku bagi warga yang menggunakan tanah berstatus Sultan Ground (SG) atau milik Keraton Kasultanan Yogyakarta.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved