Pasutri Kanibal di Rusia Mengaku Telah Memakan 30 Orang Korbannya

Pasutri ini mengaku pada penegak hukum, telah melakukan aksi kanibalisme terhadap setidaknya 30 korban, selama 18 tahun

Pasutri Kanibal di Rusia Mengaku Telah Memakan 30 Orang Korbannya
East2west News
Pasangan Natalia Baksheeva dan Dmitry Baksheev 

TRIBUNJOGJA.COM - Seorang wanita di Rusia menghadapi hukuman 15 tahun penjara, setelah diduga melakukan aksi kanibalisme terhadap 30 orang.

Ia meminta suaminya untuk membunuh korbannya, kemudian melakukan aksi kanibalisme secara bersama-sama.

Sidang Natalia Baksheeva (43) masih bergulir di pengadilan Krasnodar di Rusia.

Dilansir dari Daily Mail, persidangan berikutnya untuk Natalia adalah putusan.

Kisah Pelancong Norwegia Bertemu Suku Kanibal Pemburu Kepala di Pedalaman Kalimantan

Sedangkan untuk kasus suaminya, Dmitry Baksheev (35) yang juga terlibat pembunuhan, akan ditangani kemudian.

Pria ini menderita tuberkolosis yang menular, sehingga tes kejiwaan untuknya belum dilakukan.

Menurut pihak berwenang yang menangani kasus ini, Dmitry hidup di bawah tekanan, sehingga patuh terhadap istrinya.

Pengakuan Jujur Para Kanibal Soal Bagaimana Rasanya Daging Manusia!

Pasangan suami istri tersebut mengaku pada penegak hukum, telah melakukan aksi kanibalisme terhadap setidaknya 30 korban, selama 18 tahun.

Para korban adalah wanita, yang tertarik dengan Dmitry di situs kencan.

Setelah korban terpikat pada Dmitry, Natalie kemudian merasa cemburu, sehingga meminta suaminya menghabisi nyawa korban.

Di Indonesia Ada Praktik Kanibalisme di Masa Lalu, inlah 4 Suku yang Pernah Melakukannya

Korban terakhir dari pasangan itu adalah pelayan berusia 35 tahun bernama Elena Vashrusheva.

Dalam kasus ini, petugas menemukan sisa-sisa tubuh manusia di alat pengukus, kulkas, guci dan barang-barang lain milik pasangan itu.

"Para ahli genetika membuktikan bahwa semua sampel milik wanita yang terbunuh," jelas pernyataan resmi dari pihak berwenang Rusia untuk kasus ini.

Menurut hukum Rusia, aksi kanibalisme tidak termasuk dalam pelanggaran pidana tertentu. (*)

Penulis: say
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved